SERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Komite Penyelamat SMP Negeri 4 Kota Serang meminta kepastian agar sekolah tersebut tetap berdiri di lokasi saat ini. Mereka menilai keberadaan sekolah tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga menyangkut akses pendidikan bagi ratusan siswa dan anak-anak di lingkungan sekitar.
Permintaan itu disampaikan perwakilan alumni SMP 4 Kota Serang, Deni Arisandi, seusai mengikuti audiensi dengan Wali Kota Serang Budi Rustandi di Ruang Rapat Wali Kota Serang, Kamis 22 Oktober 2026.
Deni mengapresiasi penjelasan wali kota yang menyatakan belum ada rencana relokasi SMP 4 hingga 2029. Menurutnya, pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi para siswa, wali murid, alumni, komite sekolah, dan masyarakat yang selama ini memperjuangkan keberadaan sekolah tersebut.
“Setidaknya mereka menghargai perjuangan kami, dan kami mengapresiasi itu,” ujar Deni.
Meski demikian, ia berharap komunikasi dengan pemerintah daerah terus berlanjut agar keberadaan SMP 4 tetap menjadi perhatian dalam setiap pembahasan pembangunan Kota Serang.
Deni menegaskan, perjuangan mempertahankan sekolah tersebut bukan semata-mata karena faktor nostalgia para alumni. Ada kepentingan pendidikan yang harus dipertimbangkan, terutama bagi siswa yang saat ini masih menempuh pendidikan di SMP 4.
Ia menyebut, dari total 1.074 siswa kelas I hingga kelas III, sebanyak 510 siswa saat ini belajar di SMP 4 Kota Serang.
Menurutnya, jika sekolah tersebut dipindahkan, para siswa yang selama ini dapat menjangkau sekolah dengan berjalan kaki harus mencari alternatif tempat belajar. Kondisi itu juga dikhawatirkan menyulitkan anak-anak dari lingkungan sekitar untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri.
“Anak-anak yang biasanya berangkat sekolah dengan berjalan kaki, harus memikirkan kembali ke mana mereka akan bersekolah jika SMP 4 dipindahkan,” katanya.
Deni juga menyoroti keterbatasan daya tampung SMP di Kota Serang. Berdasarkan catatan Dinas Pendidikan yang disampaikannya, jumlah lulusan mencapai sekitar 12.000 orang, sedangkan daya tampung sekolah hanya sekitar 8.400 siswa.
Kondisi tersebut, kata dia, perlu menjadi pertimbangan sebelum pemerintah mengambil kebijakan yang berpotensi memengaruhi akses pendidikan masyarakat.
Karena itu, ia meminta setiap rencana perubahan terhadap SMP 4 dibahas secara terbuka dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa dan masyarakat sekitar. “Kalau memang harus ada perubahan, mari kita kaji bersama-sama,” tegasnya.
Deni menambahkan, Komite Penyelamat SMP 4 tidak menentang pembangunan Kota Serang. Pihaknya siap mendukung program pemerintah daerah selama kepentingan pendidikan juga diperhatikan.
“Kami ini Komite Penyelamat SMP 4, bukan ant pembangunan dan bukan antiperubahan. Kami tetap bersama Pemerintah Kota Serang. Kami akan bersama-sama membangun Kota Serang agar menjadi lebih maju,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan kepastian mengenai masa depan SMP 4 sehingga proses pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan pendidikan masyarakat. (*)
Reporter: Aldi Alpian Indra










