TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat upaya perlindungan kesehatan masyarakat dari risiko pajanan timbal, khususnya terhadap anak-anak dan ibu hamil. Hasil tata laksana pajanan timbal didorong tidak berhenti pada rekomendasi, tetapi ditindaklanjuti melalui langkah konkret di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang Sachrudin saat membuka kegiatan Diseminasi dan Diskusi Tindak Lanjut Hasil Tata Laksana Pajanan Timbal pada Anak dan Ibu Hamil di Kota Tangerang, di Aula Akhlakul Karimah Lantai 3 Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang, Rabu (7/10).
Sachrudin mengatakan, hasil kegiatan tersebut harus menjadi dasar dalam memperkuat berbagai upaya pencegahan dan penanganan risiko pajanan timbal di masyarakat.
“Bukan hanya sekadar penyusunan rekomendasi saja, tetapi menjadi langkah nyata untuk memperkuat pemetaan risiko, deteksi dini, kapasitas layanan, pengendalian sumber pencemaran, penanganan kasus, serta edukasi masyarakat,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut perlu dilakukan secara terukur dan dievaluasi secara berkala. Hal itu penting agar upaya yang dilakukan pemerintah bersama para pemangku kepentingan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semua itu perlu diukur dan dievaluasi agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Sachrudin juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkolaborasi dalam upaya memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat. Di antaranya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, UNICEF Indonesia, para narasumber, akademisi, tenaga kesehatan, perangkat daerah, serta seluruh mitra pembangunan.
Ia menegaskan, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan kesehatan.
“Kemajuan kota bukan hanya soal pembangunan, tetapi juga memastikan masyarakatnya sehat dan terlindungi,” tegas Sachrudin.
Menurut Sachrudin, perlindungan terhadap anak-anak dan ibu hamil dari risiko pajanan timbal menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas generasi mendatang. Upaya pencegahan dinilai perlu diperkuat sejak dini agar risiko kesehatan dapat diminimalkan.
“Ketika anak-anak dan ibu hamil terlindungi dari risiko pemaparan timbal, kita sedang menjaga kualitas generasi dan masa depan Kota Tangerang dan Indonesia,” ujarnya.
Sachrudin kemudian mengajak seluruh pihak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk menghasilkan tindak lanjut yang lebih konkret. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama, kolaborasi lintas sektor, pembagian peran yang jelas, serta langkah yang dapat diukur.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai awal dari langkah yang lebih konkret. Kita cegah risikonya, kita lindungi masyarakatnya, dan kita pastikan tindak lanjutnya,” katanya.
Ia meyakini, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, mitra pembangunan, dan masyarakat dapat memperkuat perlindungan kesehatan di Kota Tangerang.
“Dengan komitmen, kolaborasi, pembagian peran yang jelas, serta langkah yang terukur, saya yakin kita dapat memperkuat perlindungan kesehatan dan melindungi seluruh masyarakat Kota Tangerang,” pungkasnya. (*)









