Sekolah Lansia Kota Tangerang Cetak 405 Wisudawan, Dorong Lansia Tetap Sehat dan Mandiri

Wali Kota Tangerang Sachrudin memindahkan tali toga salah satu peserta wisuda Sekolah Lansia Kota Tangerang di Aula Al-Amanah lantai 5, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Rabu (7/10).

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong para lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui program Sekolah Lansia yang kini telah memasuki angkatan kedua.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 405 peserta mengikuti wisuda Sekolah Lansia Kota Tangerang di Aula Al-Amanah lantai 5, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Rabu (7/10).

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat, termasuk lansia, bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Ini upaya kita Pemerintah Kota Tangerang untuk mengajak semua lapisan masyarakat bersama-sama membangun kota ini. Kota ini adalah rumah kita yang perlu kita jaga, kita rawat, bagaimana kita bangun masyarakat agar lebih sejahtera lagi,” ujar Sachrudin.

Menurutnya, para lansia memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat terus dikembangkan serta ditularkan kepada generasi penerus. Karena itu, keberadaan Sekolah Lansia tidak hanya berorientasi pada pembelajaran, tetapi juga mendorong peserta agar tetap bermanfaat bagi lingkungan.

“Pada para orang tua lanjut usia yang begitu banyak pengalamannya, bagaimana terus kita kembangkan untuk bersama-sama membangun kota ini dengan pengalamannya diberikan kepada para generasi penerus bangsa ini untuk membangun mulai dari dirinya, membangun keluarga, lingkungan, dan kota kita,” katanya.

Sachrudin juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Sekolah Lansia, mulai dari DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Kementerian Agama, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ia menilai kolaborasi tersebut penting agar para lansia tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan, tetapi juga pembinaan spiritual dan kehidupan keluarga.

“Bagaimana orang tua ini agar terus sehat. Dari MUI juga, dari Kementerian Agama, bagaimana terus dapat memperdalam ilmu agamanya, terus dapat diterapkan dalam hidup berkeluarga menjadi keluarga sakinah mawaddah warahmah, bahagia sejahtera dunia dan akhirat,” tuturnya.

Sachrudin menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang mengikuti wisuda. Hal yang lebih penting adalah peningkatan kualitas pengetahuan dan pemahaman lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Dari sisi jumlah sama ya, 390 yang kita lakukan, baik 2025, 2026 ini. Tapi yang penting bukan persoalan jumlah, bagaimana kita meningkatkan kualitasnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang Tihar Sopian mengatakan, Sekolah Lansia menerapkan pembelajaran berbasis tujuh dimensi kehidupan lansia. Materi tersebut mencakup dimensi intelektual, emosional, fisik, spiritual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional, serta lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, DP3AP2KB menggandeng sejumlah pihak sebagai narasumber. Kementerian Agama memberikan pembelajaran terkait aspek spiritual, sedangkan tenaga kesehatan memberikan edukasi sekaligus pemeriksaan kesehatan bagi peserta.

“Jadi, kurikulum yang diterima oleh para siswa itu adalah tujuh dimensi kehidupan. Itu antara lain terkait masalah intelektual, emosional, fisik, dan juga kegiatan masalah kehidupannya,” kata Tihar.

Untuk angkatan kedua, terdapat 13 Sekolah Lansia yang tersebar di 13 kecamatan. Masing-masing sekolah memiliki 30 peserta sehingga kuota utama mencapai 390 peserta.

Namun, Tihar menyebut terdapat tambahan 15 peserta yang mengikuti pembelajaran secara mandiri. Dengan demikian, total peserta yang mengikuti wisuda pada 2026 mencapai 405 orang.

“Karena sesuai dengan target kami yaitu 390 per angkatan, tetapi di tahun 2026 ini ada penambahan dari mandiri sebanyak 15 orang,” ungkapnya.

Program Sekolah Lansia dilaksanakan selama enam bulan dengan 12 kali pertemuan. Pembelajaran berlangsung di Graha Kita Bersama, balai warga, serta posyandu di masing-masing kecamatan.

Ketua pelaksana kegiatan, Herman Suwarman, menyampaikan, program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lansia, menjaga kesehatan fisik dan mental, meningkatkan kemandirian serta kepercayaan diri, dan mendorong lansia tetap aktif dan produktif sesuai kemampuan.

Setelah menyelesaikan tahapan pertama, peserta juga diarahkan untuk melanjutkan pembelajaran secara mandiri. Mereka dapat naik ke jenjang S2 hingga S3 dengan materi dan dimensi pembelajaran yang semakin berkembang.

“Harapan kita tadi jadi lansia yang mandiri, sehat, dan berguna,” ujar Tihar.

Ia menambahkan, saat ini sudah terdapat peserta yang mencapai jenjang S3 di Kecamatan Cibodas. Pada jenjang tersebut, peserta tidak lagi hanya mengikuti pembelajaran, tetapi diharapkan mampu mengajak masyarakat di sekitarnya untuk melakukan berbagai kegiatan positif.

“Jadi bukan lagi kepada mereka bersekolah, tapi mereka mengajak orang-orang di sekitarnya untuk melakukan kegiatan,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait