KRONJO, BANTENEKSPRES.CO.ID – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) di SMP Negeri 1 Kronjo membagikan tablet penambah darah kepada siswa sebagai upaya meningkatkan kesadaran kesehatan di lingkungan sekolah. Senin, (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di area sekolah dengan melibatkan anggota PMR yang mendistribusikan tablet secara langsung ke masing-masing siswa di kelas. Proses pembagian berlangsung tertib dengan pendampingan dari pihak sekolah.
Selain membagikan tablet, anggota PMR juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya konsumsi zat besi untuk mencegah anemia, terutama pada remaja.
Kepala SMP Negeri 1 Kronjo, Mamat Rohimat, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menjaga kesehatan siswa.
“Kami ingin memastikan siswa tetap sehat selama mengikuti kegiatan belajar. Pembagian tablet penambah darah ini menjadi salah satu langkah pencegahan anemia di lingkungan sekolah,” kata Mamat.
Ia menjelaskan bahwa kondisi kesehatan siswa memiliki pengaruh besar terhadap konsentrasi dan capaian belajar di kelas.
“Kalau siswa sehat, tentu proses belajar juga bisa berjalan lebih optimal. Ini yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Menurut Mamat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa, khususnya anggota PMR, untuk meningkatkan kepedulian sosial.
“Melalui PMR, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung membantu teman-temannya. Ini bagian dari pendidikan karakter,” katanya.
Ia menambahkan, program pembagian tablet penambah darah sejalan dengan upaya pemerintah dalam menekan angka anemia pada remaja.
“Kami mendukung program ini karena manfaatnya jelas, terutama untuk kesehatan jangka panjang siswa,” ucapnya.
Pihak sekolah memastikan bahwa tablet yang dibagikan telah sesuai dengan standar kesehatan dan aman untuk dikonsumsi oleh siswa.
Selain itu, pelaksanaan kegiatan dilakukan secara terencana agar seluruh siswa dapat menerima manfaatnya secara merata.
Mamat juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat yang harus dibiasakan sejak usia sekolah.
“Tidak cukup hanya mengandalkan tablet, siswa juga perlu menjaga pola makan dan asupan gizi seimbang,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat menjadi kebiasaan baik di kalangan siswa.
“Kami ingin ini berkelanjutan, sehingga siswa terbiasa menjaga kesehatannya sejak dini,” kata dia. (*)











