LEGOK,BANTENEKSPRES.CO.ID— Dalam upaya menjaga dan memantau tumbuh kembang anak, masyarakat diimbau untuk rutin memanfaatkan layanan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilaksanakan setiap bulan di lingkungan masing-masing.
Kegiatan Posyandu menjadi salah satu langkah sederhana namun sangat penting bagi para orang tua, khususnya ibu, untuk memastikan kondisi kesehatan balita tetap terpantau dengan baik. Berbagai layanan kesehatan dasar diberikan dalam kegiatan tersebut, mulai dari penimbangan berat badan, pemantauan pertumbuhan, hingga pemeriksaan kesehatan dasar.
Ketua TP PKK Desa Kemuning, Prihah, menegaskan, bahwa Posyandu memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kualitas kesehatan generasi penerus. Pada pelaksanaan Posyandu kali ini, para balita juga mendapatkan imunisasi campak secara gratis sebagai bentuk perlindungan dini terhadap penyakit berbahaya. Selain itu, kegiatan turut dilengkapi dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang disambut antusias oleh anak-anak.
“Posyandu bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak. Di sinilah kita bisa mengetahui sejak dini apakah anak mengalami gangguan pertumbuhan atau tidak,” ujar Prihah kepada Bantenekspres.co.id, Senin 13 April 2026.
Ia juga menekankan, pentingnya peran aktif para orang tua, khususnya ibu, dalam membawa anak ke Posyandu secara rutin. Karena dengan rutin membawa anak ke posyandu maka akan terpantau juga masalah kesehatan dan juga perkembangan anak.
“Kami mengimbau kepada seluruh ibu agar tidak malas datang ke Posyandu. Karena dari kegiatan ini, kita bisa memastikan anak-anak tumbuh sehat, mendapatkan imunisasi lengkap, dan terhindar dari berbagai penyakit,” katanya.
Lebih lanjut, Prihah menjelaskan bahwa Posyandu juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, termasuk bagi ibu hamil. Karena, setiap ada posyandu ibu hamil juga diberikan edukasi tentang kesehatan dan juga asupan bagi ibu hamil.
“Tidak hanya balita, ibu hamil juga kami berikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan kandungan. Mulai dari pola makan yang sehat, asupan gizi yang cukup, hingga hal-hal yang perlu dihindari selama masa kehamilan,” jelasnya.
Menurutnya, masih banyak ibu muda yang kurang memperhatikan asupan makanan selama kehamilan, yang berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu dan janin.
“Kami sering menemukan ibu hamil yang belum memahami pentingnya gizi seimbang. Padahal, jika diabaikan, hal ini bisa berdampak pada kesehatan bayi yang dilahirkan, bahkan berisiko stunting,” tegas Prihah.
Ia berharap, melalui kegiatan Posyandu yang rutin dan berkesinambungan, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat.
“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa kesehatan anak dimulai dari perhatian orang tua. Dengan rutin ke Posyandu, kita sudah mengambil langkah besar dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan,” tutupnya. (*)











