Karang Taruna Mauk dan Relawan Jati Raya Gelar Aksi Bersih-bersih Sungai Cirarab

Karang Taruna Kecamatan Mauk bersama relawan bersihkan sampah di bantaran Sungai Cirarab dan pasang pagar pembatas untuk cegah pembuangan sampah liar. Foto: Karang Taruna Mauk for bantenekspres.co.id

MAUK, BANTENEKSPRES.CO.ID – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digalakkan oleh pemuda di wilayah Kecamatan Mauk.

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Mauk bersama Relawan Sampah Jati Raya dan UPTD DLHK setempat melakukan aksi bersih-bersih sampah di bantaran Sungai Cirarab, tepat di kawasan sekitar TPA Jatiwaringin, kemarin.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini merupakan langkah responsif untuk memulihkan kondisi bantaran sungai yang kerap menjadi titik pembuangan sampah liar.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Mauk Abdul Haer melalui Sekretaris Ahmad Manarul Fiqri menegaskan, aksi ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya konkret menjaga ekosistem air.

Tak hanya mengangkut sampah yang menumpuk, kolaborasi lintas unsur ini juga menyiapkan langkah preventif agar masyarakat tidak kembali membuang sampah di lokasi tersebut.

“Setelah dibersihkan, kami langsung memasang pagar di sepanjang bantaran kali. Ini bertujuan untuk membatasi akses agar oknum tidak bertanggung jawab tidak membuang sampah lagi ke sini,” ujar Ahmad Manarul Fiqri.

Selain pemagaran, tim juga memasang baliho peringatan berlogo Karang Taruna Kecamatan Mauk dan Relawan Sampah Jati Raya. Baliho tersebut bertuliskan pesan tegas ‘WARNING! Dilarang Buang Sampag di Sini’.

Aksi bersih-bersih sungai ini merupakan rangkaian dari komitmen lingkungan yang telah dimulai sebelumnya. Pada akhir tahun lalu, tepatnya Rabu, 31 Desember 2025, Karang Taruna Mauk juga sukses menggelar program ‘Aksi Cinta Bumi’.

Dalam aksi perdana tersebut, mereka mendistribusikan dan menanam sedikitnya 1.000 bibit pohon di kawasan TPA Jatiwaringin. Ribuan bibit tersebut merupakan hasil kolaborasi produktif dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten.

“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa urusan sampah adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari menanam pohon hingga membersihkan aliran sungai, semuanya adalah bagian dari visi kami untuk Mauk yang lebih hijau dan bersih,” tambah Fiqri.

Melalui sinergi antara pemuda, relawan, dan instansi pemerintah, diharapkan bantaran Sungai Cirarab dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya tanpa gangguan limbah domestik maupun sampah liar. (*)

Reporter: Zakky Adnan

Pos terkait