Semakin Rusak, Warga Desak Pemkab Tangerang Segera Perbaiki Jalan Pabuaran Bugel

Semakin Rusak, Warga Desak Pemkab Tangerang Segera Perbaiki Jalan Pabuaran Bugel
Warga Desa Pangadegan mendesak Pemkab Tangerang segera memperbaiki Jalan Pabuaran Bugel yang rusak parah akibat musim hujan, Minggu, 1 Februari 2026. Foto: Zakky Adnan/bantenekspres.co.id

PASARKEMIS,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kondisi Jalan Pabuaran–Bugel di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang kian memprihatinkan.

Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir memperparah kerusakan jalan, membuat lubang-lubang di badan jalan semakin dalam dan melebar, hingga mengancam keselamatan pengguna jalan.

Bacaan Lainnya

Kepala Desa Pangadegan, Hasan Sudrajad yang akrab disapa Lurah Jek, menyebut perbaikan Jalan Pabuaran–Bugel menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang hingga kini belum juga tuntas.

Menurutnya, pemerintah desa telah melakukan perbaikan jalan lingkungan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa). Namun, akses utama Pabuaran–Bugel belum tersentuh karena menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.

“Jalan-jalan pemukiman sudah kami rapikan pakai dana desa. Tapi yang mengganjal hati saya adalah akses Pabuaran–Bugel ini. Kondisinya semakin parah akibat cuaca ekstrem,” ujar Lurah Jek saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).

Jalan Pabuaran–Bugel merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital. Jalur ini tidak hanya digunakan warga Desa Pangadegan, tetapi juga warga Desa Sukasari, Kecamatan Rajeg, serta masyarakat umum yang memanfaatkannya sebagai jalur alternatif.

Keluhan serupa disampaikan Edi, warga Kampung Babakan Sirna yang tinggal di sekitar Masjid Daarul Munibin. Ia menilai respons pemerintah daerah terkesan lamban, meski jalan tersebut sudah berulang kali diusulkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun.

“Ini jalan strategis. Bukan hanya warga Pangadegan yang lewat. Kami berharap Pemkab Tangerang segera turun tangan. Apalagi kalau hujan, lubangnya tertutup air dan sangat berbahaya,” tegas Edi.

Hingga berita ini diturunkan, warga dan pemerintah desa masih menunggu kejelasan terkait waktu pelaksanaan perbaikan. Pasalnya, meski telah diusulkan berulang kali, belum terlihat tanda-tanda pembangunan seperti penurunan alat berat maupun material ke lokasi.

Kondisi jalan berlubang yang kerap tergenang air saat hujan tidak hanya menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi warga, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di jalur tersebut. (*)

Pos terkait