SEPATANTIMUR,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kondisi memprihatinkan menyelimuti Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.
Sebanyak 200 unit rumah tidak layak huni (RTLH) dilaporkan terbengkalai dan hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang.
Kepala Desa Pondok Kelor Junaedi mengungkapkan, ratusan rumah warganya tersebut sudah bertahun-tahun tidak tersentuh program bantuan dari pemerintah daerah. Menurutnya, terakhir kali program bedah rumah berskala besar masuk ke desanya adalah pada tahun 2015 silam.
”Sudah bertahun-tahun tidak tersentuh Pemkab Tangerang. Terakhir ada program bedah rumah di sini itu tahun 2015,” ujar Junaidi saat memberikan keterangan, Rabu, 28 Januari 2026.
Meski pihak desa terus berupaya melakukan perbaikan secara mandiri melalui APBDesa, namun jumlah yang mampu dialokasikan sangat terbatas dibandingkan dengan total kerusakan yang ada.
Dalam dua tahun terakhir, Desa Pondok Kelor hanya mampu menganggarkan bedah rumah untuk 10 unit per tahun. Kondisi ini diperparah dengan minimnya bantuan dari jalur aspirasi atau pagu dewan yang hanya tersedia untuk 2 unit rumah per tahun di desanya.
”Dengan kemampuan desa yang hanya 10 unit per tahun dan bantuan dewan 2 unit, butuh waktu sangat lama untuk menuntaskan 200 rumah tersebut jika tidak ada intervensi dari Pemkab,” tambah Junaedi.
Junaedi berharap, Pemkab Tangerang segera turun tangan untuk mempercepat penanganan RTLH di wilayahnya. Keinginan warga adalah adanya pemerataan bantuan pembangunan agar masyarakat dapat tinggal di hunian yang lebih layak dan sehat.
Percepatan ini dinilai krusial mengingat kondisi bangunan yang semakin lapuk dimakan usia, yang dapat membahayakan keselamatan para penghuninya. (*)











