SMPN 3 Teluknaga Biasakan Baca Al-Qur’an Dengan Program BTQ

Siswa SMPN 3 Teluknaga, mengikuti kegiatan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) dalam rangka meningkatkan nilai religius dan juga membiasakan siswa. Randy/Bantenekspres.co.id

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – SMPN 3 Teluknaga, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, terus berkomitmen membentuk karakter religius peserta didik dengan menerapkan Program Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ). Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan sekaligus melancarkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa yang beragama Islam.

Program BTQ dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dalam aktivitas sekolah. Melalui pendampingan guru serta pembiasaan yang berkelanjutan, siswa diarahkan untuk membaca Al-Qur’an dengan tartil, memahami dasar-dasar tajwid, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 3 Teluknaga Endaryanto mengatakan, bahwa program BTQ merupakan bagian dari visi sekolah dalam membangun keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter. Selain itu, untuk membiasakan siswa mencintai membaca Al Qur’an.

“Kami ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keimanan yang kuat. Program BTQ ini menjadi salah satu ikhtiar sekolah untuk membiasakan siswa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar,” ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 22 Januari 2026.

Menurutnya, pembiasaan membaca Al-Qur’an perlu dilakukan secara konsisten agar siswa terbiasa dan tidak merasa terbebani. Selain itu, dengan membiasakan siswa mengikuti BTQ mereka akan lancar dan hafal ayat yang ada di dalam Al-Qur’an

“BTQ kami rancang sebagai kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Dengan pembiasaan, anak-anak akan semakin lancar membaca Al-Qur’an, memahami maknanya, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Endaryanto menambahkan, program BTQ juga berperan dalam membentuk akhlak mulia siswa. Ketika siswa dekat dengan Al-Qur’an, nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan saling menghormati akan tumbuh. Ini sejalan dengan tujuan pendidikan karakter yang terus kami dorong di sekolah,.

“Kami memahami latar belakang kemampuan membaca Al-Qur’an siswa berbeda-beda. Karena itu, pendampingan dilakukan secara bertahap dan berkelompok, sehingga setiap siswa mendapatkan bimbingan sesuai kebutuhannya,” paparnya.

Lebih lanjut, Endaryanto berharap, program BTQ dapat memberikan dampak positif jangka panjang. Karena, dengan membiasakan siswa membaca Al-Qur’an bisa menghindari kegiatan negatif. Bahkan, siswa bisa menjalankan nilai religius yang ada di dalam Al-Qur’an sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.

“Kami berharap siswa tidak hanya lancar membaca Al-Qur’an di lingkungan sekolah, tetapi juga membiasakannya di rumah dan di lingkungan masyarakat. Ini adalah investasi moral dan spiritual bagi masa depan mereka,” tutupnya. (*)

 

Pos terkait