Baru Rampung, Gedung Kepemudaan Gunung Kaler Senilai Rp3,4 Miliar Sudah Bocor

Baru selesai dibangun dengan anggaran APBD Rp3,4 Miliar, Gedung Kepemudaan Gunung Kaler dilaporkan bocor, Rabu, 21 Januari 2026. Foto: Warga for bantenekspres.co.id

GUNUNGKALER,BANTENEKSPRES.CO.ID – Proyek Pembangunan Gedung Penunjang dan Sarana Prasarana Kecamatan di Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan tajam.

Meski baru saja selesai dibangun, gedung yang diperuntukkan bagi fasilitas kepemudaan tersebut dilaporkan sudah mengalami kebocoran saat diguyur hujan, Rabu, 21 Januari 2026.

Bacaan Lainnya

​Kondisi ini memicu kekecewaan masyarakat dan menimbulkan dugaan rendahnya kualitas pengerjaan proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut.

Salah seorang warga setempat Sahadi menyayangkan kondisi bangunan yang seharusnya menjadi fasilitas representatif bagi pemuda setempat. Menurutnya, kebocoran ini menjadi indikasi kuat adanya kelalaian dalam proses konstruksi.

​”Bangunan ini dibiayai dari uang rakyat. Sangat disayangkan jika baru dibangun sudah mengalami kebocoran saat hujan. Ini patut dipertanyakan kualitas pengerjaannya,” ujar Sahadi, melalui keterangannya.

​Berdasarkan data pada papan informasi proyek, pembangunan gedung ini merupakan bagian dari program Pembangunan Gedung Penunjang dan Sarana Prasarana Kecamatan di wilayah Kabupaten Tangerang. Nilai anggarannya Rp 3.428.166.000 (Rp3,4 Miliar lebih), sumber dana APBD Kabupaten Tangerang dan pelaksana CV GPS.

​Atas temuan tersebut, Sahadi mendesak instansi terkait di Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan pengecekan fisik secara menyeluruh. Ia meminta adanya evaluasi terhadap CV GPS selaku pelaksana kegiatan.

​”Jangan sampai ini dibiarkan. Jika memang ditemukan kelalaian, harus ada tanggung jawab dari pihak pelaksana. Gedung ini dibangun untuk kepentingan pemuda dan masyarakat Gunung Kaler,” tegasnya.

​Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait mengenai penyebab kerusakan serta rencana langkah perbaikan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersikap tegas agar fasilitas publik tersebut dapat segera digunakan dengan layak dan aman. (*)

 

Pos terkait