Persiapan Porprov 2026, AFK Tangsel Seleksti Ratusan Pemain Futsal

Persiapan Porprov 2026, AFK Tangsel Seleksti Ratusan Pemain Futsal
Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) Tangsel Rudi Irawan (tengah) didampingi pengurus foto bersama dengan peserta seleksi pemain futsal di Community Center Pamulang. Foto: Tri Budi/Bantenekspres.co.id

PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Asosiasi Futsal Kota (AFK) Tangsel mulai menggelar seleksi atlet futsal putra dan putri sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026. Seleksi ini dilaksanakan pada 17 dan 18 Januari 2026, dengan hari pertama untuk atlet putra dan hari kedua untuk atlet putri.

Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) Tangsel Rudi Irawan mengatakan, seleksi atlet futsal ini kita laksanakan di Community Center Pamulang dan mengacu pada petunjuk teknis (juknis) resmi yang telah diturunkan.

Bacaan Lainnya

“Kategori usia yang diseleksi paling tua adalah kelahiran 2009 sesuai ketentuan Porprov. Kegiatan ini menjadi seleksi perdana untuk seleksi dari Cabor di KONI Kota Tangsel yang ada,” ujarnya kepada BANTENEKPRES.CO.ID, Sabtu, 17 Januari 2026.

Pria yang biasa disapa Rudy Ahong ini menambahkan, seleksi atelt futsal yang dilaksanakan adalah seleksi pertama dari cabor yang ada di KONI Kota Tangsel. “Mudah-mudahan dari seleksi ini kita mendapatkan pemain-pemain terbaik yang bisa membawa prestasi untuk Tangsel,” tambahnya.

Untuk kategori putra, jumlah peserta mencapai sekitar 180 orang, sementara kategori putri diikuti lebih dari 50 peserta. Mayoritas peserta berasal dari Kota Tangsel, khususnya pelajar sekolah dan akademi futsal, meski seleksi bersifat terbuka.

“Seleksi ini terbuka, tidak ditutup-tutupi. Siapa saja boleh ikut. Dari sini nanti kita kerucutkan secara bertahap,” tuturnya.

Menurutnya, proses seleksi dilakukan dengan melihat talenta pemain melalui simulasi pertandingan dan penilaian skill dasar. Setiap posisi dinilai oleh pelatih sesuai bidangnya, mulai dari penyerang, bertahan hingga penjaga gawang.

Tim seleksi terdiri dari pelatih-pelatih bersertifikat yang berasal dari Tangsel. Dari hasil seleksi, nantinya akan dipilih sekitar 14 pemain putra dan 14 pemain putri sebagai tim inti. Namun penentuan akhir belum ditetapkan dan masih akan dibahas melalui musyawarah tim pelatih.

“Belum tentu hari ini langsung final. Bisa jadi masih ada seleksi lanjutan, tergantung hasil dan waktu yang tersedia,” tuturnya.

Setelah tim terbentuk, para atlet terpilih akan mengikuti pemusatan latihan (training center) dan pemusatan ini menunggu koordinasi lanjutan dengan KONI Tangsel.

“Terkait pelatih tim Futsal Kota Tangsel untuk Porprov 2026, saat ini belum ditetapkan. Pelatih yang bertugas saat seleksi merupakan tim internal. Penunjukan pelatih utama akan dilakukan setelah proses seleksi dan pemusatan latihan berjalan,” tuturnya.

Untuk Porprov sendiri, dipastikan seluruh kabupaten dan kota di Banten akan menurunkan tim futsal putra dan putri. Oleh karena itu, Kota Tangsel menargetkan prestasi tinggi.

“Target kita jelas, harus juara dan dapat medali emas. Tapi itu harus dibarengi dengan peningkatan sarana-prasarana dan SDM. Harapannya ada dukungan lebih dari pemerintah daerah untuk futsal Tangsel,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kota Tangsel  Mahludin mengapresiasi apa yang telah dilakukan AFK Tangsel dalam menyeleksi atlet futsal yang akan berlaga dalam Porprov Banten 2026.

“Futsal jadi cabor pertama yang mengadakan seleksi atlet untuk Porprov 2026, KONI dorong cabor lain segera menyusul,” ujarnya.

Pria yang biasa disapa Icha ini menambahkan, seleksi futsal yang dilaksanakan menjadi cabang olahraga (cabor) pertama yang memulai tahapan seleksi atlet menuju Porprov. Kegiatan ini sekaligus menjadi seleksi perdana yang secara resmi dilaksanakan dibawah koordinasi KONI.

“Ini futsal yang pertama. Perdana dan pengurus berani mengajukan konsep seleksi lebih awal,” tambahnya.

Icha menjelaskan, untuk cabang olahraga lainnya, jadwal seleksi diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing pengurus cabor. Namun, KONI menegaskan akan tetap hadir dan mendukung setiap kegiatan seleksi yang dilaksanakan.

“KONI prinsipnya akan hadir di setiap kegiatan cabor. Tinggal cabornya masing-masing menjadwalkan kapan seleksinya,” jelasnya.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong cabang olahraga lain untuk segera melakukan persiapan lebih awal agar tidak terburu-buru menjelang Porprov. “Oh iya, hari ini (kemarin) saya dari sini langsung ke cabor saya sendiri, cricket. Saya akan mengimbau hal yang sama ke cabang lain supaya persiapan tidak mendadak,” tutupnya. (*)

Pos terkait