Warga Sebut Panen Albasia Jadi Faktor Longsor Gunung Kaupas

Kondisi Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, setelah terjadi longsor pada Selasa 6 Januari 2026. Foto : Agunggumelar/Bantenekspres.co.id

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Warga Padarincang, Kabupaten Serang, Momon Andriwinata menyebutkan, sebelum longsor yang terjadi di Gunung Kaupas, Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang, awalnya lokasi tersebut merupakan perkebunan Albasia milik warga sekitar.

Namun, sudah dipanen enam bulan lalu yang membuat kondisi disana hanya batang pohon Albasia yang telah ditebang, membuat akarnya telah lapuk sehingga tidak mampu menahan tanah yang akhirnya terjadi longsor dadakan.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikannya kepada wartawan, ketika ada kunjungan dari Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, ke pengungsian warga terdampak, di Desa Kadubeureum, Kecamatan Padarincang kemarin.

Momon mengatakan, di Gunung Kaupas Padarincang terdapat perkebunan Albasia milik warga sekitar, namun pohonnya sudah tebang enam bulan lalu yang kemungkinan menjadi pemicu terjadinya longsoran tersebut.

Longsoran tersebut, membawa bebatuan serta tanah dan kondisi saat ini masih ada pergerakan tanah dan bebatuannya, bahkan dari lereng gunung keluar mata air.

“Kemungkinan karena pohon Albasia yang sudah dipanen, membuat akar telah lapuk tidak mampu menahan tanah. Terlebih, sekitar tiga Minggu lalu wilayah ini dilanda hujan deras, lalu panas matahari dua hari akhirnya memanas, padahal tidak ada hujan tidak ada angin tiba-tiba longsor,” katanya, Kamis 8 Januari 2026.

Dikatakan Momon, Gunung Kaupas, Kecamatan Padarincang, mengalami longsor pada Selasa 6 Januari 2026 kemarin, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut hanya perkebunan Albasia milik warga sekitar menjadi korbannya.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya itu perkebunan milik warga sekitar yang terkena longsor,” ujarnya.

Kata Momong, ada sebanyak 193 KK dengan 504 jiwa warga Kampung Cibodas yang mengungsi sementara di Madrasah, yang lokasinya jauh dua kilometer dari lokasi kejadian.

Sekitar tiga hektare luasannya yang terdampak longsor, dan dibagian bawah gunung itu ada juga perkebunan milik warga sekitar lima hektare yang terdampak.

“Khawatir terjadi longsor susulan, maka warga mengungsi sementara dulu, karena kalau ada longsor susulan saya khawatir ada warga yang lagi ke kebunnya dan malah tertimbun,” ucapnya. (*)

Reporter : Agung Gumelar

Pos terkait