Perbaikan Landfill 3 TPA Cipeucang Ditarget Selesai Akhir Tahun

Sejumlah ekskavator menata sampah membuat terasering di TPA Cipeucang, Serpong, Kota Tangsel, Minggu 14 September 2025. Foto: Miladi Ahmad

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejak beberapa hari terakhir sejumlah titik atau lokasi di wilayah Kota Tangsel terdapat tumpukan atau timbunan sampah. Seperti di kolong flayover Ciputat, di trotoar depan Puskesmas Serpong 1, di depan Pasar Cimanggis Ciputat dan sejumlah titik lainnya.

Penumpukan tersebut terjadi lantaran TPA Cipeucang yang ada di Kecamatan Serpong tengah menjalani perbaikan dan penataan konstruksi, khususnya di area landfill 3. Sehingga sampah yang biasanya dibuang kesana mengalami kendala dan terjadi penumpukan.

Bacaan Lainnya

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, untuk mengatasi persoalan sampai pihaknya terus mencari berbagai solusi yang memungkinkan, sambil pihaknya melakukan penataan di TPS Cipeucang.

“Memang meberapa waktu lalu terjadi longsoran di TPS Cipeucang, bahkan material longsoran sempat masuk ke aliran sungai. Menindaklanjuti hal tersebut, saat ini kita sedang melakukan berbagai upaya penanganan, antara lain pemasangan bronjong, pembangunan dinding penahan, penguatan dan perkuatan lereng, serta penataan dan pembukaan akses jalan menuju lahan yang masih dapat dimanfaatkan, termasuk akses menuju permukiman warga,” ujarnya kepada wartawan, Senin, 15 Desember 2025.

Pilar menambahkan, selain penanganan fisik, pihaknya juga sedang melakukan komunikasi dan pendekatan dengan masyarakat sekitar, agar operasional TPA Cipeucang dapat berjalan secara maksimal dan tetap memperhatikan aspek keselamatan serta lingkungan.

Beberapa ruas akses sudah mulai dapat dilalui dengan lancar. Namun, pada kondisi tertentu, operasional di TPA Cipeucang masih harus dilakukan secara terbatas dan bahkan ditahan untuk faktor keamanan.

“Saya ingin menekankan bahwa kondisi ini seharusnya tidak menjadi kesempatan yang terbuang. Mengapa demikian? Karena pada dasarnya masih terdapat sebagian area TPA Cipeucang yang sebenarnya dapat dimanfaatkan secara optimal, apabila ditangani dengan pendekatan teknis, lingkungan, dan sosial yang tepat,” jelasnya

Oleh karena itu, ke depan diperlukan penanganan terpadu dan berkelanjutan, agar TPA Cipeucang tidak hanya aman dioperasikan, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi pengelolaan persampahan Kota Tangsel.

Kerja sama pengelolaan persampahan lintas daerah, baik antar kota maupun kabupaten, bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Pasalnya, hampir seluruh kota dan kabupaten saat ini menghadapi permasalahan TPA yang sama.

“Terlebih setelah adanya peringatan dan arahan penataan dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Seluruh daerah diminta melakukan pembenahan TPA, dan apabila tidak dilakukan, maka akan ada konsekuensi administratif,” ungkapnya.

Bapak satu anak ini mengaku, pihaknya sudah beberapa kali melakukan komunikasi dengan berbagai daerah, baik dengan Daerah Khusus Jakarta maupun dengan daerah-daerah di Jawa Barat.

Namun pada praktiknya, masing-masing daerah memiliki keterbatasan dan tantangan internal, sehingga kerja sama antar daerah menjadi cukup kompleks untuk direalisasikan.

“Oleh karena itu, untuk saat ini kami memfokuskan upaya pada optimalisasi dan penataan TPA Cipecang. Kami tetap optimis bahwa dengan penanganan yang tepat, TPA Cipecang masih dapat dimaksimalkan, khususnya melalui pengembangan landfill 4,” tuturnya.

Sementara itu, pada landfill 2 yang saat ini sudah padat, pihaknya melakukan penanganan melalui sanitary landfill, disertai dengan penataan area di sekitarnya, serta pengaturan buffer zone dan jalur operasional, sebagaimana arahan dari KLH.

Seiring dengan hal itu, pada awal 2026, kami juga mulai mempersiapkan pemanfaatan MRF (Material Recovery Facility), sehingga sebagian sampah dapat diolah dan direduksi sebelum masuk ke landfill.

Di sisi lain, pihaknya tetap menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang, termasuk PSEL, meskipun proses pembangunannya masih memerlukan waktu dan tahapan yang cukup panjang.

“Terkait ketersediaan lahan, pada Desember tahun ini telah dilakukan pembebasan lahan seluas kurang lebih 4.000 meter persegi, dan pada awal tahun depan direncanakan tambahan sekitar 1000 meter persegi, khususnya di lokasi yang direncanakan untuk pengembangan PSEL,” tuturnya.

Menurutnya, pembebasan lahan ini dilakukan untuk pelebaran dan optimalisasi area pengelolaan persampahan kota. Selain itu, masyarakat di wilayah sekitar tentu memiliki kepentingan dan perhatian yang besar terhadap aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.

Oleh karena itu, setiap kebijakan dan langkah penataan harus memperhatikan dampak sosial dan lingkungan, sehingga dapat diterima dan dipahami oleh masyarakat.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif, di mana kebutuhan pengelolaan kota dapat berjalan seiring dengan kenyamanan serta kepentingan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan tersebut,” ungkapnya.

Pilar mengaku, dalam waktu dekat penanganan TPA Cipeucang diharapkan akan selesai dan tidak sampai akhir tahun
harus bisa diselesaikan dengan cepat.
“Saya sudah mengarahkan kepada DLH untuk memanfaatkan TPS-3R yang ada sebagai solusi sementara. Dari TPS-3R tersebut, sampah baru kemudian diangkut ke TPA Cipecang secara bertahap,” tutupnya.

Pemkot Tangsel terus melakukan langkah cepat dan terukur dalam menangani tumpukan sampah yang terjadi di sejumlah titik. Diantaranya, di bawah flyover Ciputat dan Puskesmas Serpong.

Upaya yang dilakukan adalah menutup tumpukan sampah menggunakan terpal serta melakukan penyemprotan rutin guna meminimalisir bau tidak sedap dan menjaga kenyamanan masyarakat sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel Bani Khosyatullah mengatakan, langkah tersebut merupakan penanganan sementara sambil memastikan proses pengangkutan dan pengelolaan sampah berjalan optimal.

“Penutupan dengan terpal dan penyemprotan ini kami lakukan agar dampak bau dapat ditekan, khususnya bagi warga di sekitar lokasi. Ini adalah bagian dari penanganan cepat agar situasi tetap terkendali dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Bagi menambahkan, penyemprotan dilakukan menggunakan cairan ramah lingkungan yang berfungsi menekan aroma tidak sedap sekaligus menjaga kebersihan area sekitar tumpukan sampah. Petugas juga terus disiagakan untuk memantau kondisi lapangan secara berkala.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat. Oleh karena itu, langkah-langkah teknis di lapangan terus kami perkuat, baik dari sisi pengangkutan, pengendalian bau, hingga penataan lokasi agar lebih tertib dan aman,” tambahnya.

Pemkot Tangsel juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mendukung upaya pemerintah dalam menata TPA Cipeucang. Berbagai upaya sedang dilakukan di TPA Cipeucang. Diantaranya, penataan landfill 3 dengan metode terasering di anak kali Cirompang agar tidak terjadi longsor, serta pembangunan beronjong di landfill 3.

Lalu, pembukaan akses jalan menuju landfill 4, pembebasan lahan untuk digunakan Material Recovery Facility (MRF). “Kami mohon dukungan masyarakat. Dengan kolaborasi bersama, persoalan sampah ini bisa kita atasi secara bertahap dan berkelanjutan,” jelasnya.

Pemkot Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah, tidak hanya dalam penanganan jangka pendek, tetapi juga melalui pembenahan sistem dan penguatan kesadaran lingkungan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, kondisi penumpukan sampah dibeberapa titik diwilayahnya terjadi karena TPA Cipeucang tengah menjalani perbaikan dan penataan konstruksi, khususnya di area landfill 3.

“TPA Cipeucang sedang dalam tahap perbaikan dan penataan konstruksi dan timbunan sampahnya, sehingga memang dalam beberapa hari belakangan sampah tidak dapat masuk dulu,” ujar.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut mengatakan, perbaikan saat ini difokuskan pada landfill 3 di TPA Cipeucang dan ditargetkan selesai pada akhir bulan ini. Setelah proses tersebut rampung, area landfill kembali bisa menampung sampah dari seluruh wilayah Tangsel. Selain mengandalkan TPA Cipeucang.

Pihaknya saat ini sedang menyiapkan solusi jangka panjang melalui PSEL. “PSEL sudah kita ajukan peminatannya dan masih menunggu tahap berikutnya dari KLH,” tutupnya.

Diketahui, sejak beberapa hari terakhir sejumlah titik atau lokasi di wilayah Kota Tangsel terdapat tumpukan atau timbunan sampah. Seperti di kolong flayover Ciputat, di trotoar depan Puskesmas Serpong 1, di depan Pasar Cimanggis Ciputat dan sejumlah titik lainnya.

Sampah yang ada kolong di flayover Ciputat dan di depan Puskesmas Serpong 1 pada Minggu, 14 Desember 2025 telah ditutup menggunakan terpat oleh pihak kecamatan masing-masing. Sebelum ditutup, tumpukan sampah tersebut disemprot menggunakan cairan untuk pengurangi bau dari sampah tersebut. (*)

 

Pos terkait