TIGARAKSA, BANTENEKSPRES.CO.ID – Upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk mendorong pelaku usaha mikro naik kelas menunjukkan hasil nyata. Berbagai program pendampingan, inkubasi, hingga perluasan akses pasar dinilai berhasil melahirkan pengusaha ultra mikro dan super mikro yang semakin siap bersaing di pasar modern dan menembus peluang ekspor.
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah menegaskan, kekuatan UMKM Kabupaten Tangerang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pelaku usaha kecil kini tidak hanya berkembang dari sisi produksi, tetapi juga dari segi strategi bisnis, pemasaran, hingga kerja sama dengan lembaga pembiayaan.
“Saudara-saudara adalah energi baru dan motor penggerak ekonomi kerakyatan Kabupaten Tangerang. Proses pendampingan yang diberikan pemerintah menjadi bekal penting agar UMKM dapat naik kelas secara berkelanjutan,” jelasnya, Kamis, 11 Desember 2025.
Intan menjelaskan, potensi ekonomi mikro Kabupaten Tangerang terus menguat seiring tumbuhnya pelaku usaha di berbagai sektor, seperti kuliner, herbal, fesyen, dan industri kreatif. Akses pasar yang semakin luas sebagai daerah penyangga Ibu Kota turut membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperbesar skala bisnisnya.
“Kami mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi. Kesempatan memperluas jejaring dan meningkatkan daya saing harus dimanfaatkan semaksimal mungkin,” katanya
Senada, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna Maemunah mengatakan, peningkatan kapasitas UMKM menjadi fokus pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa berbagai program pendampingan yang berlangsung sepanjang tahun merupakan bagian dari strategi besar membangun ekosistem usaha yang kuat.
“Program ini kami rancang untuk memperkuat keberlanjutan usaha, memperluas pemasaran, dan memastikan UMKM Kabupaten Tangerang mampu naik kelas, bukan hanya sekadar bertahan,” jelasnya.
Tahun 2025, sebanyak 36 pelaku Inkubasi Usaha Mikro dan 49 peserta Entrepreneur Hub menerima pendampingan intensif yang mencakup kurasi produk, bootcamp bisnis, coaching clinic, pitching ke investor, hingga pertemuan dengan mitra pemasaran. Kemitraan melibatkan perbankan, koperasi, ritel modern, rumah sakit daerah, dan hotel.
Anna menyebut, keberhasilan program tersebut terlihat dari transaksi dan peluang bisnis yang berhasil dibukukan peserta. “Total nilai transaksi yang tercatat sepanjang proses pendampingan mencapai lebih dari Rp684 juta, sebuah indikasi kuat bahwa UMKM kita semakin siap memasuki rantai pasar yang lebih besar,” katanya.
Ia berharap, ke depan semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan kelas usahanya, baik dari sisi kapasitas produksi, tata kelola, maupun perluasan pasar. “Dengan penguatan ini, UMKM di Kabupaten Tangerang dapat menjadi pilar utama perekonomian daerah yang lebih dinamis dan berkelanjutan,” jelasnya.(advetorial). (*)










