JAKARTA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Agama, dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) meresmikan pembentukan Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Selasa 9 Desember 2025.
Inisiatif strategis ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah serta memperkuat ekosistem ekonomi syariah di DKI Jakarta.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengapresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menyoroti peran strategis pesantren dalam melahirkan generasi yang melek keuangan syariah dan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi.
“Kami berharap insya Allah bisa memberikan nilai tambah dalam hal literasi dan inklusi keuangan. Ini adalah bekal penting bagi santriwan dan santriwatinya untuk menyiapkan masa depan, serta bagi pengurus dan guru pondok,” katanya dalam keterangan.
Ia juga menekankan fungsi perlindungan OJK melalui edukasi, agar komunitas pesantren terhindar dari risiko keuangan di era digitalisasi.
Kepala OJK Jabodebek, Edwin Nurhadi, menjelaskan bahwa EPIKS adalah wujud kolaborasi dalam menyediakan layanan keuangan syariah yang lebih mudah dijangkau dan relevan bagi masyarakat pesantren. Program ini didesain untuk mendukung pengembangan produk keuangan syariah secara terarah, termasuk tabungan pelajar, pembiayaan UMKM, layanan investasi syariah, serta pelatihan literasi keuangan.
“Dengan terbentuknya EPIKS, kami berharap para pelajar, mahasiswa, santri, tenaga pengajar, serta masyarakat sekitar pesantren dapat lebih mudah dan aktif memanfaatkan produk dan layanan keuangan syariah,” ujar Edwin.
Menurut Edwin, EPIKS merupakan program strategis Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DKI Jakarta dan bagian dari roadmap Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) DKI Jakarta.
Inisiatif ini berfokus pada peningkatan literasi dan edukasi, penguatan lembaga keuangan Syariah, pengembangan industri halal dan pemberdayaan UMKM Syariah, mendukung visi “Jakarta Top 20 Global City” dalam penguatan posisi Jakarta sebagai pusat keuangan yang kompetitif melalui optimalisasi pasar modal syariah.
“Termasuk pesantren Minhaajurrosyidiin dipilih karena ekosistemnya yang besar, melibatkan lebih dari 1.600 pelajar, 300 santri, dan 22 UMKM,” ungkapnya.
Tak hanya itu, kolaborasi EPIKS melibatkan PT Bursa Efek Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia, PT Phintraco Sekuritas, dan Sekolah Tinggi Agama Islam Minhaajurrosyidiin (STAIMI). Rangkaian kegiatannya meliputi edukasi keuangan syariah dan pasar modal untuk sekitar 750 pelajar dan mahasiswa.
Lebih lanjut penyerahan simbolis kartu santri dan tabungan pelajar, pemberdayaan UMKM dan Koperasi menjadi Agen Laku Pandai Syariah, penandatanganan komitmen pembentukan Galeri Investasi Syariah (GIS) pertama di lingkungan pesantren DKI Jakarta, hingga inisiatif Green Economy melalui penyediaan Reverse Vending Machine dan kegiatan penanaman pohon.
Sementara itu, Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Chairul Baihaqi, menyambut baik inisiatif ini, berharap EPIKS dapat menjadi sarana kolaborasi strategis yang berkelanjutan dan percontohan bagi ekosistem pendidikan Islam lainnya. (*)










