CIPONDOH,BANTENEKSPRES.CO.ID – Lima rumah kontrakan dan lima kios di Jalan Hasyim Asyari, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, ludes dilalap si jago merah pada Jumat pagi hari, 7 November 2025 sekira pukul 4.15 WIB.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melalui UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kecamatan Pinang mendapatkan mendapatkan laporan warga sekitra pukul 4.22 WIB langsung bergerak cepat menangani kebakaran tersebut.
Kepala BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengungkapkan, kebakaran lima rumah kontrakan dan kios disebabkan dari korsleting arus listrik.
“Kami menerima laporan pada pukul 04.22 WIB. Tim kami langsung bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya 10 menit kemudian,” ungkap Mahdiar saat dihubungi, Jumat, 7 November 2025.
Dia memaparkan, sebelumnya pihaknya hanya menerjunkan dua unit armada Damkar dari UPT Kecamatan Pinang. Namun pihaknya kemudian menambahkan enam unit armada Damkar dari Mako BPBD Kota Tangerang, kemudian, dari UPT Ciledug sebanyak tiga unit dan dari UPT Batuceper satu unit.
“Total kami mengerahkan 12 unit armada Damkar dengan petugas 45 personel,” sebutnya.
Dia menuturkan, petugas berjibaku memadamkan si jagoo merah selama enam jam lantaran ada beberapa kendala.
“Api berhasil kami padamkan sekitar pukul 10.30 WIB sudah termasuk pendinginan, karena ada beberapa kendala. Kami kembali ke Mako sekira pukul 11.00 WIB,” tuturnya.
Kebakaran yang melalap lima kontrakan dan lima kios diatas lahan 800 meter persegi tersebut menelan kerugian hingga Rp5 miliar.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, penghuni berhasil dievakuasi dengan selamat, tapi kerugian mencapai Rp5 miliar,” jelas Mahdiar.
BPBD juga berkoordinasi dengan Polsek Pinang, Lurah Neroktog dan pihak PLN untuk memastikan keamanan lokasi pascakebakaran dan mencegah risiko susulan.
Mahdiar mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik.
“Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik. Penggunaan kabel sesuai dengan standar kapasitas besaran voltase dan tidak menumpuk colokan di satu sumber listrik. Segera matikan peralatan elektronik jika tidak digunakan,” imbaunya.
Mahdiar juga menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam melapor cepat bila terjadi kebakaran. “Respons cepat kami sangat bergantung pada kecepatan laporan masyarakat. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar kemungkinan api bisa dikendalikan,” pungkasnya.(*)










