Dinkes Tangsel Waspadai Peningkatan Penyakit Influenza

Sejumlah warga mengantre berobat di Puskesmas Pamulang. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

PAMULANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Sejumlah daerah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan penyakit influenza atau flu. Atas kenaikan kasus tersebut kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan tersebut.

Termasuk di Kota Tangsel. Meskipun Kota Tangsel sampai saat ini tidak ada laporan peningkatan kasus influenza namun, Dinas Kesehatan Kota Tangsel tetap waspada.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, sampai saat ini di wilayahnya tidak ada peningkatan kasus influenza. “Kita belum ada peningkatan dan jangan sampai ada peningkatan kasus influenza,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 3 November 2025.

Wanita berkerudung tersebut menambahkan, virus influenza A adalah jenis virus penyebab flu yang dapat menginfeksi manusia dan hewan, serta memiliki potensi menyebabkan pandemi.

Gejalanya seperti demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Penularannya melalui percikan droplet dari batuk atau bersin. “Untuk pencegahannya meliputi vaksinasi, mencuci tangan dan menghindari kontak dekat dengan orang sakit,” jelasnya.

Allin mengaku, influenza atau flu bisa sangat ganas, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Gejala flu yang parah bisa menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kematian.

Vaksinasi flu jadi salah satu cara efektif buat mencegahnya. “Selain itu, menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan seimbang juga penting,” tuturnya.

Allin mengungkapkan, kasus influenza di Kota Tangsel biasanya dilaporkan pada saat peningkatan kasus musiman di musim hujan dan terjadi lonjakan kasus serupa dibeberapa sekolah.

Untuk mengantisipasi peningkatan kasus influenza, Dinkes melakukan berbagai cara, mulai dari sosialisasi, edukasi dan memperkuat sistem surveilans untuk melakukan investigasi dan pelacakan kontak.

“Masyarakat juga kita imbau untuk melaporkan kasus ke Puskesmas setempat jika mengalami gejala,” tutupnya.(*)

Reporter: Tri Budi

Pos terkait