Pembangunan 19 Rumah Program RTLH Kota Tangsel Ditarget Selesai November

Anggota BKM foto dengan pemilik rumah yang rumahnya sedang dibangun oleh Disperkimta Kota Tangsel di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren. Disperkimta Tangsel For Bantenekspres.co.id

CIPUTAT,BANTENEKSPRES.CO.ID – Tahun ini Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) telah membangun 369 unit rumah dalam program rumah tidak layak huni (RTLH).

Di APBD Perubahan 2025 Disperkimta akan membangun 19 rumah lagi dan saat ini prosesnya sedang dalam pembangunan. Kepala Disperkimta Kota Tangsel Aries Kurniawan mengatakan, tahun ini pihaknya telah membangun 369 rumah.

Bacaan Lainnya

“Rumah yang sudah dibangun ada 369, sekarang kita sedang proses membangun 19 rumah lagi,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Kamis, 9 Oktober 2025.

Aries menambahkan, pembangunan 19 rumah tersebut telah dimulai sejak awal Oktober dan ditarget dalam waktu dua bulan sudah selesai. “Pembangunan ditarget pertengahan November atau awal Desember selesai,” tambahnya.

Menurutnya, tahun ini pihaknya telah membangun 369 rumah, pada 2024 ada 512 rumah dan 2023 sebanyak 395 rumah. Untuk tahun ini, pihaknya juga membangun rumah warga yang menjadi korban ledakan tabung gas di Pondok Cabe Ilir, Pamulang beberapa waktu lalu.

Disperkimta Kota Tangsel sudah mendata sebanyak 20 rumah rusak terdampak ledakan di RT 003 RW 001. Rinciannya, empat rumah masuk kategori rusak berat, tiga rumah rusak sedang, 12 rumah rusak ringan dan satu rumah masuk kategori tidak layak huni.

Ia menjelaskan perbaikan untuk rumah dengan kerusakan ringan anggarannya berasal dari bantuan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tangsel. “Sementara rumah yang masuk kategori rusak berat dan sedang dibangun kembali menggunakan APBD Kota Tangsel,” tuturnya.

Menututnya, program tersebut sepenuhnya dibiayai dari APBD Kota Tangsel yang bersumber dari pajak daerah, tanpa dukungan pemerintah pusat ataupun CSR swasta.

“Kendala yang kita hadapi adalah meningkatnya jumlah pemohon untuk bantuan perbaikan rumah layak huni ini, dan masih ada saja warga yang belum terakomodir seluruhnya karena keterbatasan anggaran,” tutupnya. (*)

Pos terkait