SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang menargetkan, angka pengangguran terbuka dapat turun diangka 0,05 persen pertahunnya.
Hal itu disampaikan, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Serang Raden Faisal Rahmansyah saat diwawancarai wartawan di gedung Setda Kabupaten Serang kemarin.
Diketahui, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Serang 9,18 persen, angka ini cukup tinggi bahkan lebih tinggi dari Nasional hanya 4,8 persen.
Faisal mengatakan, angka pengangguran terbuka di Kabupaten Serang saat ini cukup tinggi diangka 9,18 persen, pihaknya menargetkan pertahunnya dapat turun 0,05 persen.
Kecilnya target penurunan ini, bukan karena tidak mampu menargetkan presentase yang besar, namun dalam realisasinya untuk menurunkan satu persen saja dirasa sudah sulit dilakukan.
“Bukan kita pesimis, tapi buat nurunin satu persen itu berat lho, karena tidak mudah seseorang bisa mendapatkan pekerjaan dengan banyaknya yang menginginkannya. Namun, kita tetap optimis akan kita upayakan untuk menurunkan angka pengangguran terbuka,” katanya.
Kata Faisal, banyaknya pendatang yang berburu pekerjaan di Kabupaten Serang bisa membuat tingginya angka pengangguran.
Karena, ketika dia tak kunjung dapat kerja namun masih menentap, akan tetap tercatat sebagai pengangguran Kabupaten Serang.
“Tidak masalah pendatang datang ke Kabupaten Serang untuk mencari kerja, namun ketika emang tidak dapat pekerjaan jangan menetap, silahkan langsung pulang ke kampung halamannya. Karena, mereka yang menentap lebih dari satu bulan akan tercatat sebagai pengangguran di Kabupaten Serang,” ujarnya.
Dikatakan Faisal, upaya yang dilakukannya untuk menurunkan angka pengangguran terbuka mulai dari, memberikan himbauan kepada perusahaan rutin menyampaikan informasi lowongan kerja ke Disnakertrans Kabupaten Serang.
Kemudian, berkolaborasi dengan dinas lain untuk melibatkan masyarakat dalam dunia pekerjaan, dan mengarahkan masyarakat untuk bisa menjadi wirausaha.
“Kita memberikan himbauan kepada perusahaan, untuk selalu membuka informasi lowongan pekerjaan, dan dinas lain untuk ikut terlibat dalam menurunkan angka pengangguran. Kita mendorong masyarakat, tidak hanya bekerja ke perusahaan gimana caranya untuk mengarahkan ke wirausaha, sehingga pengangguran itu terurai,” ucapnya. (*)










