Viral Di Medsos Ajakan Seruan Aksi, Ini Dia Titik-titik Lokasi Demonstrasi Yang Akan Terjad
SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Viral di Media Sosial (Medsos) WhatsApp grup, yang menampilkan sebuah foto pamflet ajakan seruan aksi dari HMI Cabang Serang dan Revolusi Rakyat Banten.
Didalam pamflet tersebut, tertulis aksi har ini Senin 1 September 2025 dan jam berapa aksi akan dimulai, untuk HMI Cabang Serang sekitar pukul 08.30 WIB, dan untuk Revolusi Rakyat Banten sekitar pukul 10.00 WIB.
Adapun titik-titik kumpul lokasi aksi demonstrasi yang akan terjadi hari ini yaitu, Bunderan Ciceri Kota Serang, kantor Walikota Serang, kantor Bupati Serang, kantor Brimob Serang.
Kemudian, kantor Polresta Serang Kota, kantor Polda Banten, dan kantor Gubernur Banten serta kantor DPRD Banten di KP3B Serang.
Adapun tuntutan yang dibawa pada aksi kali ini untuk HMI Cabang Serang yaitu, ditujukan kepada kepolisian pertama mengecam keras tindakan represif aparat kepolisian yang menyebabkan korban jiwa dan pelajar koma, mendesak presiden untuk mengevaluasi Kapolri dan Kapolda Banten, menuntut pengusutan tuntas terhadap oknum oknum Brimob yang mengeroyok jurnalis, mendesak dilakukan reformasi total birokrasi Polri serta evaluasi SOP pengendalian massa.
Kemudian, ditujukan kepada DPR dan DPRD yaitu, mendesak pengusutan mafia proyek Pikir 20-25 persen di DPRD Banten, mendesak pembubaran DPR apabila gagal fungsi representasi rakyat, mendesak DPRD bersama gubernur untuk segera mengesahkan regulasi beasiswa Pemprov Banten, dan menuntut revisi pasal 10 KUHP tentang kewenangan polri dalam mengakses atau menyadap data pribadi.
Sedangkan untuk Revolusi Rakyat Banten mereka menuntut, sahkan RUU perampasan aset, hapuskan tunjangan DPR RI, pecat Ahmad Sahroni, copot Kapolri Listyo Sigit Prabowo, copot Kapolda Metro Jaya, adili tujuh Brimob pembunuh rakyat.
Kemudian, adili Brimob Polda Banten atas pengeroyokan jurnalis secara transparan, usut tuntas dan adili polisi yang melakukan kekerasan terhadap pelajar, kembalikan tanah petani Cibaliung yang dirampas oleh Perum Perhutani, batalkan pembangunan Batalyon TP dan kembalikan tanah masyarakat Rancapinang.
Masyarakat diharapkan untuk menghindari lokasi yang menjadi titik aksi demonstrasi, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak dinginkan. (*)











