SUKAMULYA,BANTENEKSPSRES.CO.ID – Dalam rangka mengetahui pengetahuan gizi pada makanan, SMPN 1 Sukamulya melakukan praktik tata boga yang dilakukan oleh siswa kelas 8. Dalam prakteknya, para siswa memasak beberapa jenis makanan yang mengandung gizi untuk tubuh.
Praktek tata boga bukaan hanya sekedar masak-memasak saja, melainkan siswa juga biasa mendapatkan ilmu yang mereka belum dapatkan. Seperti, pengetahuan masalah gizi, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, meningkatkan kreativitas siswa dan juga ke kompakan.
Kepala SMPN 1 Sukamulya Mohammad Taslim mengatakan, praktek tata boga dilakukan agar siswa paham tentang gizi yang ada di makanan yang mereka konsumsi. Jadi, siswa tahu makanan yang mereka konsumsi itu kadar gizinya berapa dan tahu mana saja makanan yang mempunyai kadAr gizi yang kuat.
“Jadi, bukan hanya sekedar masak terus di makan. Tetapi siswa, diajarkan tentang gizi pada makanan. Seperti ikan, mempunyai gizi yang tinggi dan bagus untuk apa saja. Jadi siswa tahu mengenai kadar gizi di makanan,”ujarnya kepada Bantenekspres.co.id, Kamis 21 Agustus 2025.
Mohamad menambahkan, bahwa selain dapat ilmu tentang gizi, para siswa juga bisa mendapatkan ilmu tentang wirausaha, mereka bisa tahu prosesnya untuk menjual makanan. Seperti yang ada saat ini yang dilakukan oleh para penjual, jadi guru memberikan management kewirausahaan.
“Management wirausaha penting bagi siswa, agar mereka bisa mempunyai hitungan dan bukan berwirausaha dengan modal nekat. Jadi mangement wirausaha agar usah yang di bangun tidak hancur,”paparnya.
Ia menjelaskan, para siswa tentunya bisa mempunyai ide, selain itu tata boga bukan hanya untuk siswa perempuan saja tetapi siswa pria juga dapat karena pelajaran tersebut umum siapa saja berhak mendapatkannya.
“Kalau masak bukan hanya perempuan saja, tetapi pria juga boleh dan bisa memasak. Artinya, dengan mata pelajaran tata boga ini semu siswa bisa dan berhak mendapatkan ilmunya. Agar, mereka bisa menjalankan wirausaha tahu prosesnya,”tutupnya. (*)
Reporter : Randy Yastiawan











