Ibu Hamil Dan Menyusui Bakal Dapat MBG

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak hanya diberikan kepada anak sekolah, kini bakal merambah ke ibu hamil dan menyusui serta orang yang kurang gizi baik anak-anak maupun remaja.

Penambahan ini, berdasarkan surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) disebutkan, pemberian MBG merambah untuk kebutuhan gizi sebagai upaya pencegahan stunting.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan, Plt Sekda Kabupaten Serang Ida Nuraida kepada wartawan usai melaksanakan rapat pembentukan tim MBG tingkat Kabupaten Serang, di ruang kerjanya, kemarin Rabu 13 Agustus 2025.

Ida mengatakan, tim percepatan MBG tingkat Kabupaten Serang telah dibentuk, ada beberapa yang akan dilakukannya mulai dari perencanaan yang didalamnya penganggaran, menyiapkan data sasaran, dan data utuh untuk diinput di SIPD.

Kemudian, penatalaksanaannya seperti rekrutmen personil yang masaknya, ada ahli gizi yang harus bersertifikasi, pembangunan dapur yang memenuhi syarat kesehatan, evaluasi pelaporan, hingga melaporkannya ke Pemprov Banten.

“Kita baru dapat perintah surat dari pusat tanggal 21 Juli kemarin, kita sebetulnya sudah bekerja cuman untuk kelembagaannya baru hari ini dibahas. Di dalam tim ini, ada dindikbud, dinkes, disnakertrans untuk melatih tenaga dapurnya, DPMPTSP untuk sertifikasinya, inspektorat buat evaluasi monitoringnya,” katanya.

Dalam surat edaran itu, kata Ida, ada penambahan sasaran yang sebelumnya MGB hanya berlaku untuk anak sekolah, kini ditambahkan ibu hamil dan menyusui, serta orang yang kurang gizi baik anak-anak maupun remaja.

Tidak ada kriteria khusus untuk sasaran ini, yang pasti dilakukan pendataan terlebih dahulu yang ditargetkan akhir tahun bisa selesai, agar di tahun berikutnya 2026 pelaksanaannya dimulai.

“Ini harus segera sebelum Desember pendataan harus selesai, kalau anak sekolah sudah ada datanya, tinggal data tambahan sasaran itu. Tahun depan dimulai untuk sasaran baru MBG ini, nanti ada laporan perbulannya untuk melihat pertumbuhannya dan kekurangannya agar dievaluasi,” ujarnya.

Dikatakan Ida, dengan adanya penambahan sasaran MBG ini tentunya ada penambahan dapur baru yang harus dibangun.

Untuk dapur MBG anak sekolah jumlahnya ada 78, karena ada tambahan sasaran baru akan dihitung lagi berapa dapur yang akan dibangun.

“Saya pernah menghitung dengan jumlah murid se Kabupaten Serang, kita perlu 78 dapur yang sudah terbangun sekitar 25, namun yang berjalan baru 11 dapur MBG. Sisanya, akan kita gerakan lagi dan kita bangun lagi dapurnya, karena ada penambahan juga,” ucapnya.

Kata Ida, kebutuhan anggaran untuk satu dapur MBG bisa menghabiskan Rp1,5 miliar sampai Rp3,5 miliar.

Besarnya anggaran dapur ini, karena banyak kebutuhan yang perlu dilakukan mulai dari peralatan lengkap masaknya, bangunannya harus sesuai kesehatan, dan lain sebagainya.

“Besar anggaran yang dikeluarkan hanya untuk satu dapur saja, karena banyak kebutuhannya, bangunannya, peralatan masaknya, upah bagi yang masaknya, dan lainnya. Insyaallah anggaran ini, berasal dari APBN bukan APBD Kabupaten Serang,” tuturnya.

Ida mengaku, apabila kebutuhan anggaran MBG ini menggunakan APBD Kabupaten Serang tentu tidak akan sanggup.

Sehingga, dirinya berharap pemerintah pusat dapat memberikan anggarannya untuk membantu menyukseskan program MBG di Kabupaten Serang.

“Satu dapur aja sudah miliaran, kalau pakai APBD tentunya membengkak tidak sanggup kami. Kita berharap, dengan menginput data sekian ratus ribu dan kita sampaikan ke pusat, nantinya akan ada bantuan anggaran yang dikirimkan, kewajiban daerah hanya pendampingan untuk operasionalnya,” katanya. (*)

 

Reporter : Agung Gumelar

 

Pos terkait