Sementara dari eksternal, turut serta Dinas PU Provinsi, Balai BBWSC3, TNI, Polri, serta PLN.
Kehadiran PLN difokuskan untuk memastikan seluruh aset dan aliran listrik telah dinonaktifkan sebelum proses pembongkaran bangunan dimulai.
Ia menyebutkan bahwa seluruh rumah yang berada di sempadan Sungai Cibanten ditargetkan dapat ditertibkan dan dibersihkan dalam waktu satu minggu. “Ada 244 rumah yang dibongkar. Kita target seminggu mungkin. Tapi itu artinya sudah sudah bersih semua,” ucapnya.
Bagi warga yang terdampak penertiban, pemerintah tetap memberikan solusi hunian yaitu di Rusunawa Margaluyu dan Rusunawa Kaujon. Kedua rusunawa tersebut disiapkan sebagai tempat relokasi dengan kebijakan pembebasan biaya sewa selama satu tahun.
Sampai hari ini, ia menyampaikan bahwa sejumlah warga telah secara sukarela memindahkan barang-barang mereka dan pindah ke rusunawa yang disediakan. Namun, masih ada pula warga yang memilih bertahan.











