Ribuan Warga Kabupaten Tangerang Idap Hipertensi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi.

 

TIGARAKSA,BANTENEKSPRES.CO.ID – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan gratis ditemukan ribuan warga terjangkit hipertensi. Kata dia, penyakit darah tinggi menjadi perhatian serius pemerintah selain dari diabetes.

Bacaan Lainnya

“Stroke itu terminal akhir karena hipertensi yang tidak diobati. Karena itu program kita ke diabetes dan hipertensi bukan ke stroke, karena stroke itu terminal akhir,” katanya, Rabu 7 Oktober 2026.

Hendra menyatakan, hasil pemeriksaan kesehatan gratis penting untuk mengungkap jumlah penderita hipertensi dan penyakit lainnya. Pada program pemeriksaan kesehatan, kata dia, penderita tensi darah tinggi sebesar 5 persen dari total masyarakat yang mengikuti cek kesehatan gratis.

“Hipertensi kita temukan itu sebesar 5 persen dari masyarakat yang ikut CKG kemarin. Kita total yang sudah ikut CKG itu 1,87 juta jiwa, itu yang tensi tinggi ada sekitar 8 ribuan,” katanya.

Lanjutnya, faktor penyebab tensi tinggi tertinggi dikarenakan pola hidup yang tidak sehat. Seperti, makanan tinggi garam tanpa ada aktivitas olahraga, merokok, stress dan keturunan atau genetik.

“Karena itu masyarakat diimbau untuk pola hidup yang sehat. Jaga pola makan, tidak merokok dan disiplin berolahraga,” katanya.

Terpisah, dokter spesialis saraf RSUD Kabupaten Tangerang, dr. Sahat Aritinong mengatakan, jumlah penderita stroke yang dirawat RSUD Kabupaten Tangerang sebanyak 2.148 kasus sejak Januari hingga September 2026.

Lanjutnya, penderita stroke yang dirawat RSU Kabupaten Tangerang didominasi usia produktif. Hal ini, kata dia, dikarenakan gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

“Anak muda sudah banyak yang terkena stoke. Usia produktif yang terjangkit dikisaran usia 40 tahunan. Stroke itu karena sumbatan darah menuju otak dan disebabkan faktornya salah satu karena pola makan dan gaya hidup tidak sehat,” katanya.(*)

 

Pos terkait