CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Gerakan Pramuka didorong tidak hanya menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga mengambil peran dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie yang juga sebagai Ketua Gerakan Pramuka Kota Tangsel dalam upacara peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 di halaman Balai Kota, Rabu, 7 Oktober 2026.
Tahun ini, Hari Pramuka ke-65 dan Jambore Nasional ke-12 mengusung tema “Berkreasi, Berinovasi, Terampil, dan Mandiri untuk Mendukung Swasembada Pangan.”
Tema tersebut dinilai menjadi bentuk komitmen Gerakan Pramuka dalam mendukung Asta Cita kedua pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, khususnya terkait swasembada pangan, energi dan air.
Dalam sambutannya, disampaikan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan tanam-menanam. Di dalamnya terdapat pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, pengelolaan sumber daya serta kesiapan generasi muda dalam mengenali dan menyelesaikan persoalan nyata di lingkungan.
“Melalui pendidikan kepramukaan, kami berupaya menumbuhkan budaya produktif, rasa cinta terhadap pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, dan kepedulian terhadap lingkungan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta semangat kewirausahaan sejak usia muda,” ujarnya, Rabu, 7 Oktober 2026.
Benyamin berharap, Gerakan Pramuka juga terus mengembangkan konsep pendidikan dari learning by doing menjadi learning, creating, dan solving, yakni belajar, menciptakan dan menyelesaikan persoalan nyata.
Konsep tersebut dinilai penting karena generasi muda saat ini menghadapi perubahan dunia yang berlangsung cepat. Mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi hingga perubahan dunia kerja.
Di sisi lain, generasi muda juga menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, penyebaran hoaks, perjudian daring serta menurunnya kepedulian sosial.
Karena itu, pendidikan kepramukaan diharapkan mampu membekali generasi muda dengan wawasan, keterampilan, kedisiplinan dan keberanian untuk berinovasi, dengan tetap berpegang pada nilai Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka.
“Kami ingin setiap Pramuka memiliki lebih dari sekadar pengalaman, tetapi mereka juga memiliki wawasan, keterampilan, kedisiplinan, dan keberanian untuk mencoba serta gagasan yang dapat dikembangkan di gugus depan, sekolah, keluarga, dan masyarakat,” tambahnya.
Melalui pembinaan tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan dapat mengambil bagian dalam menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Generasi muda diharapkan memiliki karakter kuat, terampil, mandiri, produktif, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Gerakan Pramuka juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, TNI dan Polri, pembina, pelatih, orang tua, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, relawan dan seluruh mitra strategis yang selama ini mendukung kegiatan kepramukaan.
“Marilah kita jadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 ini sebagai momentum untuk memperbarui tekad, memperkuat persatuan, memperluas pengabdian, serta meningkatkan kontribusi nyata Gerakan Pramuka bagi bangsa dan negara,” jelasnya.
Ia menegaskan, Gerakan Pramuka akan terus menjadi wadah pembentukan karakter bangsa sekaligus mencetak pemimpin masa depan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta memiliki semangat pengabdian.
“Selamat memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026. Salam satu Pramuka untuk satu Indonesia. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia,” tutupnya. (*)









