TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 512 atlet dari berbagai daerah adu cepat dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Speed Marathon 2026 Piala Wali Kota Tangerang dan Ketua Perserosi Kota Tangerang. Ajang tersebut berlangsung di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Sabtu 26 September 2026.
Kejurnas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga sepatu roda sekaligus membuka ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan dan mental bertanding.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, kompetisi tidak semata-mata mengejar kemenangan. Lebih dari itu, kejurnas menjadi wadah bagi atlet untuk menambah pengalaman dan memperluas persahabatan.
“Semoga kejurnas ini menjadi ruang untuk meraih prestasi bagi olahraga khususnya sepatu roda. Juga bisa menjadi pengalaman yang berharga, menambah persaudaraan dan persahabatan,” ujar Sachrudin.
Dia berharap dari ajang tersebut lahir atlet-atlet muda yang mampu mengharumkan nama Kota Tangerang hingga Indonesia di level internasional.
“Melalui kejurnas ini, mudah-mudahan akan lahir atlet-atlet yang bisa membanggakan daerah, bahkan Indonesia. Mudah-mudahan bisa membawa dan mengharumkan nama Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi lagi, tingkat internasional, tingkat dunia,” katanya.
Sachrudin juga memastikan Pemkot Tangerang terus mendukung pengembangan olahraga, termasuk penyediaan sarana dan prasarana.
Salah satunya melalui rencana pembangunan venue sepatu roda bertaraf nasional dan internasional yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.
Ketua Perserosi Kota Tangerang Turidi Susanto mengatakan, Kejurnas Speed Marathon menjadi bagian dari proses meningkatkan kapasitas atlet agar mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
“Kejuaraan Nasional Speed Marathon 2026 Piala Wali Kota Tangerang dan Ketua Perserosi Kota Tangerang adalah wujud bahwa kita ingin meningkatkan kapasitas atlet kita menuju tingkat nasional dan internasional,” kata Turidi.
Menurutnya, pembinaan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari atlet pemula hingga mereka yang sudah memiliki pengalaman di tingkat nasional dan internasional.
Terkait pembangunan venue, Turidi menyebut dokumen Detail Engineering Design (DED) telah disiapkan. Pembangunan ditargetkan dapat terealisasi pada 2027.
“Insyaallah DED-nya sudah ada, kita sedang siapkan, insyaallah target kita 2027 bisa selesai pembangunannya dan bisa diluncurkan,” ujarnya.
Selain menjadi panggung kompetisi, kejurnas tersebut juga ikut menggerakkan roda perekonomian. Kedatangan atlet, pelatih, official dan keluarga dari luar daerah berdampak terhadap sektor akomodasi, kuliner dan UMKM.
Ratusan bazar UMKM turut meramaikan kegiatan. Kehadiran pelaku usaha tersebut diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara olahraga dan pemberdayaan ekonomi daerah. (*)










