Menhaj Jamin Layanan Haji Optimal, Tidak Seperti Tahun Lalu Banyak Catatan Buruk

Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf didampingi Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak (kanan) dan Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang usai pembukaan Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang digelar di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu malam, 8 April 2026.

TANGERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan, persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026 telah mendekati kesiapan total. Hal ini disampaikan dalam Rakernas Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang digelar di Asrama Haji Banten, Cipondoh, Kota Tangerang, Rabu malam, 8 April 2026.

Irfan menyebut, penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum bersejarah, karena Kementerian Haji perdana menyelenggarakan haji secara penuh setelah bertransformasi dari Badan Penyelenggara Haji.

Bacaan Lainnya

Meski persiapan administratif dan visa sudah hampir rampung 100 persen, Menteri Irfan mengaku belum tenang. Ia menegaskan, layanan terhadap jemaah haji tahun ini adalah pertaruhan besar bagi kementerian baru tersebut.

“Pelayanan jemaah tahun ini harus optimal, saya tidak ingin seperti tahun lalu yang memiliki banyak catatan buruk,”ungkap Menteri Irfan.

Ia memberikan peringatan keras agar catatan negatif tahun lalu tidak terulang.
Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan antara lain, permasalahan sistem Nusuk. Ia menekankan, tidak boleh ada lagi keluarga (suami-istri) yang terpisah. Kemudian, tahun ini tidak boleh adanya kekacauan distribusi makanan. Irfan juga memastikan kesiapan armada dan fasilitas hotel yang layak.

“Saya tidak toleransi terhadap kelalaian atau ketidaksiapan. Setiap lini harus bekerja dengan standar terbaik. Kesalahan kecil berdampak besar bagi keselamatan jemaah. Ini amanah, bukan sekadar tugas administratif,” tegas Irfan.

Menteri Irfan juga menyoroti hasil rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI mengenai kondisi fasilitas di Arab Saudi. Ia menginstruksikan timnya untuk segera mengecek laporan mengenai hotel dengan fasilitas yang sudah usang, seperti karpet dan kasur lama.

“Masih ada waktu bagi Kementerian Haji untuk berkomunikasi dengan pihak hotel di sana. Saya dengar mereka berjanji akan mengganti karpet, tolong petugas dicek kembali,” imbuhnya.

Namun demikian, kata Irfan, melalui sistem digitalisasi layanan tahun ini menunjukkan progres signifikan. Pada musim haji tahun ini, pada pertengahan Ramadan, hampir seluruh Visa sudah rampung.

“Perwakilan Syarikah menyatakan sistem Nusuk sudah 100 persen ada di Indonesia, tinggal tahap pembagian dan pengaktifan,” ujar Irfan

Ia mengajak seluruh petugas haji untuk bekerja secara optimal dengan penuh keikhlasan serta menjaga kekompakan tim.

Terlebih, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan perhatian besar terhadap jemaah haji Indonesia. Di tengah dinamika geopolitik global dan eskalasi di Timur Tengah yang berdampak pada perubahan tarif, Presiden memberikan instruksi tegas untuk melindungi jemaah.

“Presiden Prabowo memastikan tidak ada penambahan biaya apa pun kepada jemaah meski adanya perubahan-perubahan tarif. Presiden memastikan tidak akan dibebankan kepada jemaah haji. Ini menunjukkan komitmen luar biasa Pak Presiden yang selalu mengikuti perkembangan kami,” ujar Irfan

“Oleh karenanya, saya optimis pelayanan tahun ini akan optimal. Jadikan tugas dalam melayani tamu Allah sebagai bagian dari niat ibadah. Dengan kerja tim yang kuat, kita berikan layanan yang transparan, akuntabel, dan profesional bagi seluruh jemaah haji Indonesia,” tutupnya.(*)

Reporter : Abdul Aziz

Pos terkait