SUKADIRI,BANTENEKSPRES.CO.ID – Memasuki bulan suci Ramadan, SMPN 1 Sukadiri mengingatkan seluruh siswa untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh kejujuran dan tanggung jawab.
Pihak sekolah secara tegas melarang siswa melakukan mokel atau membatalkan puasa secara sembunyi-sembunyi, khususnya selama berada di lingkungan sekolah dan saat jam pelajaran berlangsung.
Dengan komitmen tersebut, SMPN 1 Sukadiri berharap seluruh siswa dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, serta menjadikan Ramadan sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas akhlak.
Kepala SMPN 1 Sukadiri Rizki Amelia menegaskan, bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momentum untuk membentuk karakter siswa agar lebih jujur dan berintegritas.
“Puasa itu ibadah yang melatih kejujuran. Tidak ada yang tahu apakah seseorang benar-benar berpuasa atau tidak, kecuali dirinya sendiri dan Allah SWT. Maka kami tekankan kepada seluruh siswa untuk tidak mokel, karena itu bagian dari pelanggaran nilai kejujuran dan tentu saja berdosa,” ujar Rizki Amelia kepada Bantenekspres.co.id, Senin 23 Februari 2026.
Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk membina dan mengawasi siswa selama berada di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, guru dan staf akan melakukan pemantauan agar siswa tetap menjalankan ibadah puasa dengan baik.
“Kami akan memantau selama jam pelajaran. Guru-guru juga diimbau untuk memberikan pengawasan serta penguatan nilai-nilai keagamaan di kelas. Namun, di luar sekolah tentu menjadi tanggung jawab masing-masing siswa dan keluarga. Di situlah kejujuran benar-benar diuji,” jelasnya.
Rizki menambahkan, pihak sekolah tidak hanya mengedepankan pengawasan, tetapi juga pendekatan persuasif melalui nasihat dan pembinaan. Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, siswa diberikan tausiyah singkat untuk mengingatkan pentingnya menjaga ibadah puasa dan memperbanyak amal kebaikan selama Ramadan.
“Kami ingin Ramadan ini menjadi momen pembentukan karakter. Jujur, disiplin, dan bertanggung jawab adalah nilai utama yang ingin kami tanamkan. Jangan sampai siswa hanya berpuasa karena takut ketahuan guru, tetapi tidak jujur ketika berada di luar sekolah,” paparnya.
Ia juga mengajak orang tua untuk turut berperan aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak selama menjalankan ibadah puasa di rumah. Sinergi antara sekolah dan keluarga dinilai penting agar pembinaan karakter berjalan optimal.
“Peran orang tua sangat penting. Kami berharap ada komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid, sehingga pengawasan dan pembinaan bisa berkelanjutan, tidak hanya di sekolah tetapi juga di rumah,” tutupnya. (*)
Reporter : Randy Yastiawan











