SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang sudah menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp2,5 miliar, untuk penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda 28 kecamatan di Kabupaten Serang.
Adapun rinciannya berdasarkan data dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang yakni, Dinsos Kabupaten Serang mengajukan Rp38 juta dilanjutkan untuk Rehabilitasi Sosial dan Perlindungan (Reskap) Rp150 juta.
Kemudian BPBD Kabupaten Serang, dari awal ada benacana sampai 15 Februari kemarin sudah Rp1,3 miliar digunakan untuk penanganan, dan ada DPUPR Kabupaten Serang menggunakan Rp1 miliar.
Sekretaris BPKAD Kabupaten Serang Agus Firdaus mengatakan, dana BTT milik Pemkab Serang ada Rp10 miliar namun, sudah dipakai Rp2,5 miliar di 2026 untuk penanganan bencana hidrometeorologi.
Mekanisme pemanfaatan dana BTT dinilainya telah memenuhi persyaratan yang berlaku, karena sudah dilakukan verifikasi berkali-kali supaya tidak ada salah penggunaan anggarannya.
“Insyaallah sudah seusai penggunaan anggaran untuk penanganan bencana, dana BTT akan kita tambah lagi di anggaran perubahan karena untuk persiapan hadapi bencana di akhir 2026,” katanya, Senin 23 Februari 2026.
Agus mengatakan, dana BTT tidak bisa digunakan untuk operasional hanya kegiatan inti, pihaknya sudah cari solusi lain supaya personel di lapangan tidak mengeluarkan uang pribadi untuk kegiatan operasionalnya.
Adapun solusinya yaitu dengan menggeser beberapa anggaran dari internal OPD, namun tidak merubah target, kinerja, pola dan ketentuan aturan yang ada.
“Meskipun tidak banyak yang penting untuk operasional cukup, dan cadangan pangan yang ada di DKPP masih dalam kondisi aman. Dinsos juga banyak dapat bantuan dari steakholder,” ujarnya.
Dikatakan Agus, penggunaan dana BTT yang telah dikeluarkan kecil angkanya karena banyak dapat bantuan dari steakholder lain termasuk Kemensos juga memberikan bantuannya.
Sehingga kebutuhan yang diperlukan dinas terkait sudah terpenuhi meskipun dana BTT yang dikeluarkan kecil, terlebih banyak juga dibelikan kebutuhan peralatan dan penyewaan juga.
“Misalnya untuk pengerukan sungai, sudah sewa alat berat operasional alat beratnya dibayar dari BTT, di BPBD sewa alkon dan beli alat potong dari BTT juga. Banjir tahun ini luasnya sampai 28 kecamatan, biasanya cuman empat sampai lima, makanya lebih banyak ke kebutuhan peralatan,” ucapnya. (*)
Reporter : Agung Gumelar











