Stasiun KRL Jatake Perkuat Ekosistem Transportasi Massal

Stasiun KRL Jatake Perkuat Ekosistem Transportasi Massal
Gubernur Banten Andra Soni mendampingi Menter Perhubungan Dudy Purwagandhi saat tap di Stasiun Jatake line Tanah Abang - Rangkasbitung, Kecamatan Pagedangan. Foto for Bantenekspres.co.id

PAGEDANGAN,BANTENEKSPRES.CO.ID – Pengoperasian Stasiun KRL Jatake di Kabupaten Tangerang dinilai memperkuat ekosistem transportasi massal sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan permukiman dan pusat kegiatan ekonomi. Kehadiran stasiun ini menjadi bagian dari upaya pengembangan transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Jainudin mengatakan, Stasiun Jatake memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Serpong, BSD, dan sekitarnya, yang selama ini memiliki tingkat pergerakan harian cukup tinggi.

Bacaan Lainnya

“Pengoperasian Stasiun KRL Jatake akan memperluas akses masyarakat terhadap transportasi massal yang aman, nyaman, dan efisien. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum,” jelasnya, Minggu 1 Februari 2026.

Ia menjelaskan, Stasiun Jatake dirancang sebagai bagian dari jaringan perkeretaapian perkotaan dan regional, serta terintegrasi dengan pengembangan kawasan. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pola mobilitas yang lebih tertata dan mengurangi beban lalu lintas di jalan raya.

Menurutnya, pembangunan Stasiun Jatake juga mencerminkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KAI Group, dan pihak swasta. Skema pembangunan tanpa menggunakan dana APBN dinilai sebagai model inovatif dalam penyediaan infrastruktur transportasi.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan transportasi publik bisa dilakukan secara sinergis dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Stasiun Jatake memiliki luas bangunan lebih dari 3.000 meter persegi dengan kapasitas pelayanan hingga puluhan ribu penumpang per hari. Stasiun ini dilayani KRL Commuter Line dengan waktu kedatangan antarkereta sekitar 5 hingga 10 menit, sehingga memudahkan mobilitas warga yang beraktivitas ke dan dari wilayah Tangerang serta Jakarta.

Jainudin mengatakan, akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan integrasi antarmoda, ketersediaan fasilitas pendukung, serta kelancaran akses menuju stasiun.

“Kami berharap keberadaan Stasiun Jatake dapat mendorong terciptanya ekosistem transportasi massal yang kuat dan menjadi solusi mobilitas masyarakat ke depan,” katanya.(*)

Pos terkait