SERPONG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Ketua Asrama Polisi Polsek Serpong, Jaka mengatakan, warganya yang terdampak kebakaran berjumlah 14 KK atau 50 jiwa.
“Kejadiannya 1 baris lebih asrama terbakar total dan termasuk isinya. Tidak ada barang-barang yang bisa dipungut dan diselamatkan. Ada motor dan mobil yang diselamatkan yang saat itu berada di teras tapi, di barqng-barang dalam rumah ludes terbakar baik elektronik, pakaian dan lainnya,” ujarnya.
Jaka menambahkan, saat kejadian sebagian besar penghuni asrama sedang kerja dan usaha. Dirinya juga sedang berada diluar saat kebakaran terjadi. “Saat saya sampai di rumah sudah tidak ada barang yang bisa diselamatkan,” tambahnya.
Menurutnya, informasi yang diterimanya api dengan cepat menjalar dan dalam hitungan menit langsung melahap habis bangunan. “Korban mengungsi ke aula Kecamatan Serpong dan sekarang sedang didata. Yang dibutuhkan korban seperti makan, minum dan pakaian. Anak-anak juga butuh baju sekolah dan buku-buku,” terangnya.
Sementara itu, Camat Serpong Syaifuddin mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan tempat saja dan yang lainnya dari BPBD dan Dinas Sosial Kota Tangsel.
“Yang disiapkan BPBD itu mulai selimut, tempat tidur dan dapur umum. Yang dibutuhkan pengungsi ini adalah baju karena ludes terbakar dan terutama untuk dewasa. Anak-anak juga butuh seragam dan buku-buku untuk sekolah,” ujarnya.
Ditempat yang sama, salah satu penghuni asrama Gatot mengatakan, ada 48 jiwa yang terdampak dalam kebakaran tersebut. “Satu rumah yang terbakar berisi satu hingga 6 jiwa,” ujarnya.
Lantaran rumahnya ludes dilalap si jago merah, dirinya mengaku akan tinggal sementara ke rumah kerabatnya yang tak jauh dari lokasi kebakaran. “Sedangkan korban lainnya juga ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya dan ada juga yang mengungsi ke aula Kecamatan Serpong,” tutupnya. (*)










