Endang menambahkan, ketika anak didik disambut dengan ramah dan santun, maka guru akan langsung dapat memberi contoh pembelajaran tentang sikap tauladan kepada anak didik. Hal ini berdampak kepada citra baik sekolah.
”Untuk itu guru sebagai garda terdepan harus lebih awal hadir di sekolah. Menunggu siswa di depan gerbang itu pertanda, bahwa guru sudah siap sedia untuk membimbing, mendidik dan mentransfer ilmu pengetahuan kepada anak didiknya,” paparnya.
Ia menjelaskan, setiap pagi ada sekitar lima guru yang bertugas piket untuk menyambut kedatangan anak didik. Para guru ini bertugas secara bergantian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Guru yang bertugas harus sudah berada di pintu gerbang sejak pukul 06.30 WIB.
”Alhamdulillah, kegiatan penyambutan anak didik pagi hari di sekolah menjadi rutinitas budaya sekolah. Guru dan anak didik dapat menjalin kedekatan dengan makna tersirat, bahwa anak didik berada di lingkungan sekolah ramah anak sebagai salah satu ciri khas budaya baik,” tutupnya.(ran)










