TANGERANG, BANGENEKSPRES.CO.ID — Menumbuhkan kreativitas dan bakat seni siswa tidak selalu harus dimulai dari mereka yang sudah mahir. Di SMP Al Mustofa, sebuah wadah pengembangan bakat peserta didik bernama after school activity atau kegiatan setelah pulang sekolah hadir menampung minat siswa-siswi dalam bidang seni rupa dan seni musik. Ekstrakurikuler ini guna membentuk siswa-siswi berkreatifitas dalam seni rupa hingga menjadi pemusik profesional.
Guru Seni Musik sekaligus pembina klub, Agus Purnomo mengatakan, klub musik ini terbuka bagi bagi peserta didik di lingkungan SMP Al Mustofa tanpa memandang latar belakang keahlian awal.
“Semua dari nol. Belajar di sini kayak drum, cajon atau alat musik perkusi, apalagi gitar, itu semua dari nol dari mulai pengenalan alat, belum ngerti gitar, belum ngerti tuning, semuanya kita ajarin di sini dari nol,” ungkap Agus saat ditemui di sela-sela kegiatan latihan, Rabu, 21 Oktober 2026.
Meskipun hanya dibimbing oleh seorang diri yang menguasai berbagai instrumen mulai dari drum, gitar, bass, hingga keyboard, Agus menerapkan strategi pembinaan yang efektif. Ia membimbing siswa yang memiliki bakat seni musik hingga mampu menguasai kunci dasar, bermain secara mandiri, serta memadukan harmoni dalam permainan kelompok.
“Kita disini mengajarkan basic bermain alat musik yang disukainya, ya memang tidak instan, tapi kedepan kita harapkan mereka menjadi pemusik profesional,” ujarnya.
Agus memaparkan, dalam proses penjaringan anggota dilakukan secara bertahap. Dimulai dari pengenalan pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan pendaftaran penyaluran bakat minat siswa, baik di seni musik maupun seni rupa. Dari puluhan pendaftar yang antusias, seleksi alam secara alami menyaring siswa yang benar-benar serius dan memiliki bakat.
” Saat ini, ada sekitar 20 hingga 30 siswa yang aktif fokus berlatih musik dan vokal,” sebutnya.
Agus juga membagi para siswa ke dalam kelompok senior dan junior guna menciptakan sistem regenerasi yang berkelanjutan sekaligus melatih mental tampil di muka umum.
“Jadi kita buat ada regenerasi terus. Sama kalau latihannya jadi lebih semangat ketika mereka tampil’,” kata Agus.
Keberadaan klub musik di lingkungan SMP Al Mustofa mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan yayasan. Studio musik yang sebelumnya tidak aktif kini kembali dihidupkan berkat dukungan fasilitas dari sekolah, sementara siswa diimbau memiliki gitar akustik pribadi untuk latihan mandiri.
AGus menyebut, club musim ini juga menjadi bagian dalam pembentukan karakter dan mental. Sebab, siswa-siswi yang masuk klub musik SMP Al Mustofa juga kerap mendapat undangan untuk tampil dalam berbagai acara baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar, seperti perayaan HUT RI hingga acara warga setempat.
“Bahkan club musik ini pernah turut berpartisipasi dalam ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) untuk kategori vokal grup,” katanya.
Agus berharap kegiatan ekstrakurikuler di luar jam pelajaran ini mampu menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas di luar bidang akademik. Ia ingin apa yang dipelajari di sekolah dapat menjadi bekal berharga bagi masa depan siswa, sekaligus membawa prestasi membanggakan bagi sekolah.
“Harapannya semoga anak-anak bisa lebih berkembang, bisa ngeksplor lagi kreativitas yang lain di luar pelajaran akademik, dan semoga anak-anak bisa ikut lomba-lomba yang profesional serta bisa menjadi pemusik maupun vokalis profesional,” pungkasnya.(*)











