TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — Pendidikan adalah hak segala bangsa yang wajib dirasakan oleh setiap anak tanpa terkecuali. Prinsip inilah yang terus dipegang teguh oleh SMP Al Mustofa yang berlokasi di bilangan Kebon Nanas, Kelurahan Cikokol, kecamatan Tangerang. SMP Al Mustofa menghadirkan lingkungan belajar yang ramah dan setara bagi seluruh peserta didik.
Kepala SMP Al Mustofa, Yutri Hamidah mengungkapkan, sekolah yang dinakhodainya telah konsisten membuka diri bagi peserta didik berkebutuhan khusus (ABK) sejak tahun 2020. Langkah ini tidak hanya berlandaskan pada regulasi pemerintah, tetapi juga wujud nyata komitmen moral lembaga pendidikan.
“Untuk penerapan sekolah inklusi, alhamdulillah kita mulai menerima anak inklusi sejak tahun 2020. Jadi sudah hampir 5 tahun berjalan menuju tahun keenam,” ujar Yutri saat ditemui, Senin, 19 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, landasan utama sekolah dalam menerima siswa inklusi didasari oleh regulasi perundang-undang yang menegaskan bahwa satuan pendidikan tidak boleh menolak anak-anak inklusi.
“Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan belajar yang layak seperti siswa pada umumnya,” Tegas Yutri.
Yutri menuturkan, guna memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal dan ramah anak, SMP Al Mustofa menghadirkan ekosistem pendukung yang komprehensif. Sekolah menyediakan layanan psikologi guna mendampingi para guru dan peserta didik.
“Anak-anak inklusi di sekolah kami didampingi oleh guru-guru khusus ABK. Guru-guru pendamping ini secara berkala mendapatkan pelatihan langsung dari Bu Nur Hasanah selaku psikolog sekolah kami,” jelasnya.
Ia menyebut, saat ini, SMP Al Mustofa mengandalkan empat orang guru pendamping yang mendedikasikan diri untuk membimbing empat orang siswa ABK yang seluruhnya berada di bangku kelas 9.
“Saat ini ada empat ABK dan semuanya kelas 9. Tahun lalu sudah ada yang lulus satu orang,” ujarnya.
Di tengah komitmennya dalam memberikan layanan pendidikan inklusif yang berkualitas, tambah Yuri, SMP Al Mustofa juga menjadi bagian dari satuan pendidikan yang menjalankan program sekolah swasta gratis. Kebijakan ini dinilai sangat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memperluas akses pemerataan pendidikan di tengah masyarakat.
Ia menyampaikan sejumlah harapan besar demi kemajuan institusi yang dipimpinnya. Ia berharap, kedepannya semakin banyak anak-anak yang dapat menikmati fasilitas pembelajaran yang lebih baik dan inklusif.
“Tentunya semakin banyak anak-anak dan tidak membedakan untuk mendapatkan fasilitas pembelajaran yang lebih baik lagi. Selain itu, dari sisi digitalisasi pembelajaran, kami ingin terus meningkatkan kompetensi guru agar metode pengajaran menjadi lebih modern, interaktif, dan efektif, baik bagi siswa secara umum maupun anak-anak inklusi di SMP Al Mustofa,” pungkasnya.(*)












