Dua U-Turn Ditutup, Dishub Kota Tangsel Siapkan U-Turn Baru di Jalan Raya Serpong

Sekretaris Dishub Kota Tangsel Yanuar (kiri) memberikan sambutan saat kegiatan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar di Ruang Lengkong, Balai Kota Tangsel, Senin, 19 Oktober 2026. Tri Budi/Bantenekspres.co.id

CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel berencana menutup dua titik putar balik atau u-turn di Jalan Raya Serpong, Serpong Utara. Sebagai gantinya, Dishub akan membangun fasilitas u-turn terlindungi di dekat bekas Restoran Biru Laut untuk mengurangi kemacetan dan konflik arus kendaraan.

Rencana tersebut dibahas dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) yang digelar di Ruang Lengkong, Balai Kota Tangsel, Senin, 19 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Sekretarisa Dishub Kota Tangsel Yanuar mengatakan, dua u-turn yang akan ditutup berada di depan WTC Serpong dan Perumahan Melati Mas. Kedua titik tersebut dinilai kerap menjadi salah satu penyebab kepadatan kendaraan.

“Kita akan membangun u-turn terlindungi di Jalan Raya Serpong, dekat bekas Restoran Biru Laut,” ujarnya, Senin, 19 Oktober 2026.

Menurut Yanuar, fasilitas putar balik yang baru direncanakan memiliki ukuran lebih besar dan dilengkapi perlindungan untuk membantu mengatur pergerakan kendaraan. Penataan tersebut diharapkan membuat arus lalu lintas lebih tertib sekaligus mengurangi kemacetan di ruas Jalan Raya Serpong.

Selain membahas rekayasa lalu lintas, Dishub Tangsel juga mengembangkan sistem pengendalian lalu lintas terintegrasi atau Integrated Traffic Control System (ITCS). Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan pemantauan lalu lintas, kamera pengawas atau CCTV, alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL), serta informasi kondisi jaringan jalan.

Yanuar menjelaskan, pengembangan sistem tersebut tengah dikerjakan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi. Pembangunannya ditargetkan rampung pada November 2026, dengan pusat kendali direncanakan berada di kawasan perkantoran Lengkong, Serpong.

Pusat kendali nantinya dilengkapi video wall untuk memantau kondisi lalu lintas dari sejumlah titik. Pada tahap awal, terdapat lima titik yang menjadi perhatian dalam pengembangan sistem pemantauan.

Dishub juga mengidentifikasi 10 titik rawan kemacetan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Titik-titik tersebut tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Serpong Utara, Serpong, Ciputat,
dan Ciputat Timur.

“Penanganan di lokasi tersebut akan dikoordinasikan lintas bidang agar kebutuhan sarana pemantauan dan pos kontrol dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Yanuar menambahkan, penanganan kemacetan membutuhkan koordinasi dengan pemerintah provinsi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kepadatan kendaraan di kawasan Pasar Serpong.

Dishub berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat mempertimbangkan pembangunan underpass atau flyover sebagai solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan di kawasan tersebut.

“Pengaturan lalu lintas oleh petugas saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan kemacetan. Diperlukan dukungan infrastruktur serta evaluasi rekayasa lalu lintas secara berkala,” tuturnya.

Sementara itu, KBO Satlantas Polres Tangsel, Ipda Panji Setiawan, mengatakan, Forum LLAJ menjadi ruang bertukar pikiran untuk menyatukan pandangan dan mencari solusi atas persoalan transportasi di Tangsel maupun Provinsi Banten.

“Intinya, melalui forum ini kita bertukar pikiran untuk menyatukan visi dan misi demi kebaikan masyarakat Tangsel maupun Provinsi Banten. Perbedaan pendapat itu hal yang wajar. Yang terpenting, bagaimana kita memberikan masukan dan dukungan untuk pembangunan,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tangsel Edy Mamat, mengapresiasi respons Pemerintah Provinsi Banten terhadap usulan penataan lalu lintas. Ia menilai penataan titik putar balik diperlukan untuk mengurangi kepadatan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Ia juga meminta dukungan warga dan tokoh masyarakat di sepanjang Jalan Raya Serpong agar rencana pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Serpong Utara, saya akan terus mendorong penyelesaian persoalan infrastruktur dan lalu lintas yang dikeluhkan masyarakat,” singkatnya. (*)

 

Pos terkait