SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten, menggelar acara Sharing Session yang bertemakan Inovasi Peringatan Dini Bahaya Hidrometeorolog, melalui Open River Cam dan Automatic Weather Station di PMI Kota Sukabumi.
Acara ini menjadi forum berbagi pengetahuan dan pengalaman, mengenai pemanfaatan teknologi dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana, khususnya bencana hidrometeorologi.
Tidak hanya itu dalam rangka memperingati Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) tahun 2026, yang dilaksanakan di Ruangan H02, lantai 2 Dinas Pariwisata Kota Serang, Banten, pada Selasa 13 Oktober 2026 dari pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB.
Sejumlah narasumber dihadirkan mulai dari Dewi Aryani selaku Kasubid PRB Markas Pusat PMI, Prof. Dr. Muh Taufik, S.Si., M.Si. selaku Guru Besar Bidang Hidrologi Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University.
Kemudian Dinar Mochamad J selaku Koordinator Program PMI Kota Sukabumi, dan Yana Maulana dari Japanese Red Cross Society (JRCS) bertindak sebagai moderator.
Kasubid PRB Markas Pusat PMI Dewi Aryani mengatakan, melalui kegiatan ini peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami inovasi sistem peringatan dini berbasis teknologi.
Termasuk pemanfaatan Open River Cam, untuk pemantauan kondisi sungai dan Automatic Weather Station untuk pengamatan kondisi cuaca secara otomatis.
“Kedua teknologi tersebut berpotensi mendukung ketersediaan informasi yang lebih cepat dan akurat sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu 14 Oktober 2026.
Dewi mengatakan, pemanfaatan teknologi peringatan dini menjadi salah satu aspek penting dalam pengurangan risiko bencana.
Sebab informasi mengenai perubahan kondisi sungai, dan cuaca dapat menjadi bahan pendukung pengambilan keputusan.
“Tidak hanya itu sebagai penyusunan langkah kesiapsiagaan, serta peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi ancaman bencana,” ujarnya.
Dikatakan Dewi, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengalaman antara PMI, kalangan akademisi, serta mitra internasional dalam memperkuat pendekatan pengurangan risiko bencana yang berbasis data, teknologi, dan kerja sama multipihak.
Melalui momentum Bulan PRB Tahun 2026, PMI diharapkan terus memperkuat inovasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta mengembangkan kolaborasi dalam membangun sistem kesiapsiagaan dan peringatan dini yang lebih efektif.
“Upaya tersebut sejalan dengan semangat ngariksa bumi Nusantara, untuk mendorong kepedulian bersama terhadap lingkungan dan pengurangan risiko bencana,” ucapnya. (*)












