CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Gangguan kulit masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami kucing. Salah satunya akibat infestasi pinjal atau kutu yang dapat memicu rasa gatal, keropeng, hingga kerontokan bulu jika tidak segera ditangani.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) pada Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel Pipit Surya Yuniar mengatakan, gangguan kulit diperkirakan mendominasi kasus yang ditangani, dengan proporsi mencapai sekitar 60 persen.
Sementara itu, keluhan lainnya meliputi flu, gangguan pencernaan, dan masalah reproduksi. “Pinjal atau kutu dapat ditemukan di lingkungan sekitar hewan dan berpotensi kembali menginfestasi kucing setelah pengobatan apabila lingkungan tidak turut ditangani,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pipit menambahkan, gejala yang muncul dapat berupa rasa gatal berlebihan, kulit berkerak, ketombe, hingga kerontokan bulu. Dalam kondisi parah, kucing bisa terus menggaruk hingga mengalami luka dan kehilangan nafsu makan.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan berat badan dan memperburuk kesehatan hewan. Penanganan dapat dilakukan menggunakan obat antiparasit yang sesuai, seperti obat tetes khusus hewan. Namun, jenis pengobatan perlu disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan gangguan kulit.
“Selain mengobati hewan, pemilik juga perlu menjaga kebersihan lingkungan dan tempat tinggal kucing untuk mengurangi risiko infestasi berulang,” tambahnya.
Menurutnya, perubahan cuaca juga dapat memengaruhi munculnya gangguan kesehatan tertentu. Pada musim hujan, kondisi lingkungan yang lembap dapat meningkatkan risiko masalah kulit akibat jamur.
Meski demikian, gangguan akibat pinjal tidak hanya terjadi pada musim tertentu sehingga pemilik tetap perlu melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin.
“Pemilik kucing disarankan segera membawa hewan ke dokter hewan apabila mengalami gatal berkepanjangan, kulit berkerak, luka akibat garukan, kerontokan bulu yang parah, atau penurunan nafsu makan,” ungkapnya. (*)











