TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO ID – Perjalanan karier di dunia birokrasi pemerintahan menuntut fleksibilitas, dedikasi, serta kemampuan adaptasi yang tinggi. Nilai-nilai inilah yang tercermin dalam rekam jejak Dwiana Langlang Nugraha, yang saat ini mengemban amanah sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang.
Di balik ketegasannya dalam menjalankan tugas kedinasan, tersimpan kisah perjalanan hidup yang sarat akan nilai pengabdian dan kecintaannya terhadap dunia pelayanan publik.
Pria kelahiran Tangerang, 2 April 1992 ini memiliki kedekatan emosional dan kultural yang kuat dengan dunia pendidikan. Lahir dari lingkungan keluarga pendidik, baik kakek, nenek, maupun sang ibu merupakan sosok guru yang mendedikasikan diri untuk mencerdaskan bangsa.
Meski dibesarkan dalam tradisi akademis keluarga, ia lebih memilih untuk mendalami ilmu pemerintahan. Prinsip hidupnya jelas, berbekal latar belakang ilmu pemerintahan, seorang aparatur harus siap ditempatkan di instansi mana pun dan mampu segera menyesuaikan diri untuk menjalankan tugas dengan optimal.
“Memang kebetulan kakek, nenek dari ibu saya juga guru, termasuk ibu saya juga guru dan banyak juga keluarga saya yang berprofesi sebagai guru,” ungkap Dwiana Langlang saat ditemui. Selasa, 3 Oktober 2026.
Karier birokrasi Langlang bisa dibilang moncor. Bermula pada tahun 2012 ketika ia diangkat sebagai pegawai Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) usai merampungkan pendidikannya di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) pada 2013, ia kembali ke daerah asal dan resmi mengabdikan diri di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang.
Penugasan pertamanya dimulai di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang yang dulu dikenal sebagai BKPP pada bidang pembinaan pegawai. Selama kurang lebih dua tahun di sana, Langlang kemudian dimutasi ke bagian staf protokol Sekretariat Daerah. Pengalaman di lini protokol ini mengantarkannya pada promosi jabatan sebagai Sekretaris Kelurahan Gandasari, Kecamatan Jatiuwung.
“Selain di Kelurahan Gandasari, saya juga pernah menjadi Sekretaris Kelurahan Sangiang Jaya, Kecamatan Periuk. Kemudian Sekretaris Kelurahan Gembor, dan saya juga pernah menjadi Lurah Periuk Jaya,” paparnya.
Ragam posisi yang pernah diembannya, mulai dari staf pembinaan kepegawaian, jajaran kelurahan, hingga Sekretaris Dinas Pendidikan yang kini dijabat, membentuk kematangannya dalam memahami dinamika birokrasi dan pelayanan masyarakat.
Kini langlang memegang peranan penting di Dinas Pendidikan,. Pengalamannya di tingkat kelurahan membuat ia matang memahami dinamika dalam melayani masyarakat. Baginya, memberikan tantangan tersendiri di lingkungan birokrasi. Ayah dari tiga anak yang menetap di bilangan Kecamatan Jatiuwung, menyadari bahwa melayani masyarakat berarti siap menghadapi berbagai macam karakter.
Menurutnya, dinamika di lapangan sangat beragam, terkadang ada masyarakat yang memahami regulasi dengan baik, namun ada pula yang memerlukan informasi lebih mendalam akibat keterbatasan akses. Sebagai abdi negara, ia memegang teguh prinsip bahwa pelayanan publik harus diberikan secara optimal, humanis, dan tuntas.
“Yang jelas pada prinsipnya sebagai birokrat, sebagai pegawai pemerintah yang mungkin punya fungsi pelayanan kepada masyarakat, kita berupaya memberikan pelayanan terbaik dan tentunya pelayanan yang kita berikan juga harus optimal dan tuntas, terutama menghadapinya secara humanis,” ujarnya.
Bagi Dwiana Langlang Nugraha, dedikasi bukan sekadar menjalankan kewajiban administratif, tetapi bagaimana menghadirkan kehadiran pemerintah yang solutif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, khususnya dalam memajukan kualitas pendidikan di Kota Tangerang. (*)











