CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Sebanyak 8.352 warga Kota Tangsel terdampak kekeringan yang melanda sembilan kelurahan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel telah menyalurkan lebih dari 2 juta liter air bersih sejak 8 Juli hingga 13 Oktober 2026.
Penata Layanan Operasional Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, berdasarkan rekapitulasi penanganan kekeringan hingga 13 Oktober 2026, terdapat 49 titik terdampak yang tersebar di sembilan kelurahan. Jumlah warga yang terdampak mencapai 2.485 kepala keluarga (KK) atau sekitar 8.352 jiwa.
“Total air bersih yang kita distribusikan mencapai 2.061.500 liter,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Selasa, 13 Oktober 2026.
Dian menambahkan, di Kecamatan Setu menjadi salah satu wilayah dengan sebaran kekeringan terbanyak. Kelurahan Keranggan mencatat 16 titik, disusul Kademangan 11 titik dan Kelurahan Setu tujuh titik.
Titik kekeringan lainnya tersebar di Kelurahan Muncul, Buaran, Babakan, Bakti Jaya, Serpong, dan Lengkong Gudang.
Untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air, BPBD Tangsel mendapat dukungan kendaraan dan personel dari sejumlah pihak, antara lain Sinar Mas Land, Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Tangsel, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel, serta Koramil Serpong.
Dian mengatakan, satu mobil tangki dapat melakukan pengiriman air bersih hingga tiga kali dalam sehari. “Jadi tiap hari satu mobil tangki bolak-balik sampai tiga kali menyalurkan air bersih ke warga,” tambahnya.
Di tengah upaya distribusi tersebut, pencarian sumber air alternatif masih menjadi tantangan. Sejumlah sumur bor dengan kedalaman sekitar 50 meter, khususnya di kawasan sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, masih kesulitan mendapatkan sumber air.
“Memang daerah di sana sulit air karena kondisi wilayah,” tutupnya. (*)











