TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang mendorong mahasiswa, khususnya yang bergerak di bidang kesehatan, untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat sekaligus memiliki kemampuan pertolongan pertama. Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Kesehatan Healthy Gut, Healthy Future yang digelar bersama Yayasan Amway Peduli dan BEM FIKES Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), Rabu (7/10).
Ketua PMI Kota Tangerang Oman Jumansyah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai kesehatan. Selain mendapatkan materi kesehatan, mahasiswa diharapkan nantinya mampu menyampaikan kembali pengetahuan tersebut kepada masyarakat.
“Minimal mahasiswa yang ada di sini, jurusan kedokteran dan kebidanan segala macam, mereka bisa mengedukasi masyarakat untuk lebih baik lagi,” ujar Oman, Rabu (7/10).
Menurut Oman, kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat berkembang menjadi wadah kerelawanan di lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan secara teori, tetapi juga keterampilan dasar pertolongan pertama yang dapat diterapkan ketika terjadi insiden.
Ia menilai kemampuan tersebut penting dimiliki mahasiswa, terutama dalam menghadapi kondisi darurat seperti patah tulang maupun pendarahan. Dengan bekal keterampilan pertolongan pertama, mahasiswa dapat mengambil tindakan awal sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Kalau ada insiden, mereka punya sertifikat PP, patah tulang seperti apa, pendarahan seperti apa, itu penting. Pendarahan seperti apa, nah itu harus tahu,” katanya.
Oman menambahkan, kegiatan yang digelar tersebut masih dalam tahap awal kerja sama. Untuk saat ini, kegiatan difokuskan pada seminar dan edukasi kesehatan dengan menghadirkan narasumber dari berbagai bidang.
Sementara itu, Ketua Yayasan Amway Peduli Riana Nur Wulan mengatakan, pihaknya telah menjalankan program edukasi kesehatan bagi generasi muda sejak 2024. Program tersebut mengusung tema Healthy Eating, Healthy Lifestyle untuk mendorong pola hidup sehat dan aktif di kalangan generasi muda.
“Jadi gimana kami selaku dari Amway Peduli ingin mempunyai kontribusi kepada masyarakat, khususnya kepada young generation tentang pola hidup sehat dan aktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus kesehatan pencernaan dipilih karena kondisi usus memiliki kaitan erat dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda untuk menjaga kesehatan sejak dini.
Riana mengatakan, sebelum berfokus pada edukasi, Yayasan Amway Peduli sejak 2017 menjalankan program The Power of 5 yang menyasar anak-anak dengan kondisi gizi kurang di sejumlah wilayah Indonesia. Setelah lebih dari lima tahun, pendekatan program kemudian diarahkan pada upaya preventif melalui edukasi masyarakat.
“Kalau sekarang yang kita lakukan adalah sebelum mereka menjadi orang tua yang melahirkan anak-anak, itu sudah kita berikan edukasi dulu agar mereka bisa melahirkan anak-anak yang sehat,” jelasnya.
Dokter Susi Liang menambahkan, kesehatan usus memiliki peranan penting dalam menjaga kesehatan. Selain faktor genetik, kondisi mikrobioma dalam usus juga dapat dipengaruhi melalui pola hidup sehingga perlu dijaga sejak usia muda.
“Kalau gen dari orang tua kan kita enggak bisa ubah, tapi kalau dari usus kita bisa ubah. Jadi sebenarnya penyakit-penyakit yang nanti di anak-anak yang muda nanti itu bisa banget kita hindarin, salah satunya dari gut health ini,” ungkapnya.
Susi menekankan, menjaga kesehatan usus tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan. Pola hidup sehat harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mencukupi kebutuhan air putih, olahraga sekitar 150 menit per minggu, latihan kekuatan dua hingga tiga kali per minggu, tidur yang cukup, hingga menjaga pola pikir.
Untuk pola makan, ia menganjurkan masyarakat menerapkan prinsip Isi Piringku dengan memperhatikan keseimbangan makanan pokok, protein, sayuran, serat dan buah.
“Jadi kita harus ada makanan pokoknya, harus ada seratnya, harus ada proteinnya. Jadi saya selalu bilang itu semua harus seimbang aja,” pungkasnya. (*)









