BENDA, BANTENEKSPRES.CO.ID — MTs Negeri 3 Kota Tangerang terus memantapkan langkahnya dalam mewujudkan sekolah yang ramah lingkungan melalui program Adiwiyata. Baru-baru ini, madrasah tersebut telah mengukuhkan ratusan peserta didiknya sebagai kader Adiwiyata yang melibatkan siswa dari seluruh kelas.
Ketua Adiwiyata MTsN 3 Kota Tangerang, Mahmudin mengatakan, sebanyak 270 peserta didiknya dari seluruh kelas dikukuhkan menjadi kader Adiwiyata. Pengukuhan tersebut merupakan langkah awal bagi madrasah untuk mengubah pola pikir dan budaya warga sekolah yang peduli lingkungan.
“Dari setiap kelas sekitar 15 siswa perwakilan menjadi kader Adiwiyata yang baru saja kita kukuhkan pada Senin (5/9) kemarin. Mereka memiliki tugas utama sebagai penggerak kebersihan dan penjaga kelestarian lingkungan sekolah,” kata Mahmudin saat ditemui, Rabu, 7 Oktober 2026.
“Yang paling inti, adalah mengubah pola pikir siswa dan juga warga sekolah, dari yang tadinya tidak bersih menjadi bersih, yang tadinya bersampah jadi tidak punya sampah. Jadi ada semacam budaya baru lah dalam madrasah itu,” sambungnya.
Ia menuturkan, mengukuhkan kader Adiwiyata tersebut menjadi motor penggerak kebersihan serta mengawasi dan merawat lingkungan sekolah bersama para guru.
Dikatakannya, sebagai bagian dari gerakan menuju madrasah Adiwiyata, pihaknya menerapkan berbagai aturan ketat demi menekan volume sampah di lingkungan madrasah. Siswa tidak lagi diperbolehkan membawa jajanan sembarangan khususnya kemasan dengan berbahan plastik sekali pakai, melainkan diwajibkan membawa wadah makanan (tupperware) atau termos minum sendiri dari rumah.
Selain penanggulangan sampah, kata Mahmudin yang juga Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan ini, pihaknya juga menggalakkan program penghijauan. Peserta didik diminta untuk membawa tanaman atau pohon kesukaan dari rumah untuk dirawat dan dipelihara sendiri di lingkungan sekolah.
Mahmudin menegaskan, kebersihan lingkungan madrasah bukanlah tugas eksklusif petugas kebersihan atau pihak tertentu saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah.
“Dengan adanya Adiwiyata ini, kita mengajak seluruh warga madrasah ini untuk berpikir bahwa ini adalah tanggung jawab bersama. Sekolah ini adalah milik bersama, bukan cuma petugas kebersihan yang menjaga kebersihan di lingkungan sekolah ini, tapi semuanya harus punya tanggung jawab yang sama terhadap masalah kebersihan,” ujarnya.
Mahmudin menambahkan, melalui momen pengukuhan kader Adiwiyata, pihak madrasah fokus melakukan pembenahan menyeluruh, khususnya dalam membangun kesadaran lingkungan dan mengubah pola pikir warga sekolah.
Melalui program Adiwiyata ini, ia berharap, kesadaran menjaga kebersihan tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi juga terbawa ke dalam kehidupan sehari-hari di rumah masing-masing.
“Dengan langkah ini, kami optimis dapat menciptakan budaya baru yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi seluruh warga madrasah ini,” tutupnya.(*)









