PAGEDANGAN, BANTENEKSPRES.CO.ID – Niat menolong temannya berujung petaka. Reyhan, bocah berusia 9 tahun, tewas tenggelam di danau bekas galian pasir di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.
Korban dilaporkan tenggelam pada Jumat 2 Oktober 2026sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah dilakukan pencarian selama kurang lebih 26 jam, jasad korban akhirnya ditemukan pada Sabtu 3 Oktober 2026 sekitar pukul 14.15 WIB.
Kepala Tim Regu Basarnas Jakarta, Rifan, mengatakan korban ditemukan sekitar dua meter dari lokasi awal dilaporkan tenggelam.
Menurutnya, proses pencarian berlangsung cukup sulit karena kedalaman danau mencapai lebih dari 20 meter. Tim Basarnas bersama unsur terkait pun melakukan penyelaman sejak pagi untuk mencari keberadaan korban.
“Dalamnya lebih dari 20 meter, sehingga sedikit kesulitan untuk melakukan pencarian. Dari pagi kita melakukan penyelaman,” ujar Rifan, Sabtu 3 Oktober 2026.
Setelah dilakukan pencarian dan penyelaman, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia dan berada di permukaan air.
Sementara itu, Sekretaris Desa Jatake, Pepen Apendi, mengatakan peristiwa tersebut bermula saat korban bersama dua temannya bermain dan memancing di pinggir danau bekas galian pasir yang berada di perbatasan Desa Jatake dan Desa Malangnengah.
Saat tengah bermain, salah seorang teman korban tiba-tiba terjatuh ke dalam danau. Melihat temannya dalam bahaya, Reyhan berusaha memberikan pertolongan.
Namun, korban yang diduga tidak bisa berenang justru ikut tenggelam ke dalam danau.
“Korban dengan dua temannya bermain-main mancing di pinggir danau bekas galian pasir. Kemudian salah satu temannya terjatuh, korban mencoba menolong, tetapi akhirnya tenggelam,” kata Pepen.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga korban sekaligus mengingatkan kembali bahaya aktivitas di sekitar danau bekas galian, terlebih dengan kondisi perairan yang memiliki kedalaman ekstrem. (*)











