LDK SMKN 5 Kota Tangerang Libatkan TNI Sejak 3 Tahun Lalu

Siswa SMK Negeri 5 Kota Tangerang tengah serius mengikuti proses belajar mengajar.

 

TANGERANG, BANTENEKSPRES.CO.ID — SMK Negeri 5 Kota Tangerang yang berlokasi di bilangan Kecamatan Pinang, menyambut baik terhadap kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Kebijakan tersebut mencakup pembinaan siswa bermasalah di barak TNI. Terlebih, SMK Negeri 5 Kota Tangerang telah menerapkan pembinaan tersebut sudah 3 tahun lamanya.

Bacaan Lainnya

Program pembinaan tersebut diterapkan dalam ajang penguatan Latihan Dasar Kesiswaan (LDK) dengan melibatkan unsur TNI dan Polri guna mengoptimalkan kedisiplinan dan membentuk karakter siswa.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan SMKN 5 Kota Tangerang, Muhammad Drajat Yulianto mengungkapkan, bahwa pihaknya sebenarnya telah menerapkan program kerja sama pembinaan karakter bersama TNI Polri sejak tiga tahun lalu.

“SMKN 5 pastinya mendukung kegiatan-kegiatan tersebut. Jika pembinaan standar dari sekolah sudah ada sejak lama, sudah 3 tahun kami menerapkan itu. Mungkin di sana standarnya agak lebih tinggi supaya tujuannya tercapai dan ke depannya menjadi lebih baik lagi bagi siswa-siswi kita,” ujar Drajat saat ditemui, Rabu, 30 September 2026.

Drajat menjelaskan, dalam pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), SMKN 5 secara konsisten telah menjalin kerja sama dengan Yonif 203 Jatiuwung dan Polres Metro Tangerang Kota.

Menurutnya, program ini menyasar seluruh siswa secara menyeluruh per angkatan, mulai dari kelas X secara rutin setiap tahunnya dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta melibatkan unsur pengurus OSIS dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK).

“Contohnya kelas 1 atau kelas 10 semua, jadi satu angkatan dapat. Nanti berlanjut ke adik kelasnya lagi, rutin tiap tahun seperti itu. Bahkan siswa kelas XII sekarang ini sudah pernah ditangani oleh TNI selama 4 hari di lapangan Bataliyon selama 1 hari 1 malam,” jelasnya.

Ia memaparkan, materi yang diberikan selama pelatihan meliputi pembinaan kedisiplinan tingkat lanjut, ketepatan waktu, hingga Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Menurut Drajat, pelatihan ini berdampak langsung pada perubahan kebiasaan sehari-hari siswa di sekolah.

“Contoh sederhana saja upacara, dulu agak lambat turunnya. Nah, setelah kegiatan ini ada perubahan, ketika bel berbunyi siswa langsung bergerak tanpa harus disuruh-suruh lagi. Intinya untuk mendisiplinkan siswa dan membentuk karakternya,” tambah Drajat.

Lebih lanjut, Drajat menegaskan, bahwa program pembinaan ini tidak hanya ditujukan bagi siswa yang melanggar aturan saja, melainkan diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh siswa baik laki-laki maupun perempuan pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Berkat konsistensi program pembinaan yang telah berjalan selama tiga tahun ini, ia bersyukur potensi kenakalan remaja seperti tawuran dapat diredam.

“Sejak program itu kami terapkan, Alhamdulillah kedisiplinan dan kepatuhan siswa dalam pembentukan karakter ini menunjukan perubahan yang cukup signifikan,” pungkasnya.(*)

 

Pos terkait