LBS Banten Menyusut Akibat Alih Fungsi Lahan

Plt Kepala Distan Provinsi Banten, Saiful Bahri Maemun saat diwawancarai di Pendopo Gubernur Banten, Rabu 30 September 2026.

 

SERANG,BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten mencatat, Luas Baku Sawah (LBS) di wilayah Provinsi Banten terus mengalami penyusutan. Berdasarkan data yang dihimpun, LBS Banten yang sebelumnya mencakup sekitar 194 ribu hektar kini menyusut menjadi kisaran 187 ribu hektar.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Distan Provinsi Banten, Saiful Bahri Maemun, mengatakan pihaknya tidak menampik bahwa penurunan LBS tersebut terasa signifikan dari tahun ke tahun.

“Kalau lihat per tahun, LBS kita ya dari 194 ribu hektare sekarang 187,” katanya saat ditemui di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Rabu 30 September 2026.

Ia menjelaskan, alih fungsi lahan menjadi industri dan pembangunan kawasan kawasan perkotaan menjadi pemicu utama terus menyusutnya LBS di wilayah Provinsi Banten.

“Kita tidak bisa memungkiri, alih fungsi lahan ini sangat berpengaruh. Teman-teman di kabupaten/kota tentu ingin meningkatkan sektor industri. Namun di sisi lain, peningkatan industri ini kerap memakan lahan baku sawah, sehingga menciptakan dilema dan berdampak pada ketersediaan lahan pertanian kita,” ujarnya.

Penyusutan paling mencolok terlihat di kawasan perkotaan seperti Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, di mana LBS tercatat hampir mendekati nol akibat masifnya pembangunan.

“Ya sekarang kayak Tangerang kan sudah mulai, biarpun ya masih kecil-kecil. Apalagi kan kayak Kota Tangerang sudah tidak ada, Tangsel sudah tidak ada, sudah nol LBS-nya,” ungkapnya.

Untuk menekan laju penyusutan, Distan Banten saat ini tengah melalukan rekonsiliasi data dan mendorong penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di tingkat kabupaten/kota. Setiap daerah diharapkan dapat mempertahankan minimal 84 persen lahan pertanian agar tidak terus tergerus.

“Kita belum hitung semuanya (LBS-red), tapi kita nunggu dari penetapan LP2B dari masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya.

Maka dari itu, untuk menjaga ketahanan pangan dan mengejar target produksi di tengah keterbatasan lahan, Distan Banten menerapkan strategi peningkatan produktivitas melalui program Luas Tambah Tanam (LTT).

“Biarpun luas lahan berkurang, kita berupaya meningkatkan efisiensi dan frekuensi tanam. Lahan yang tadinya hanya bisa ditanam satu atau dua kali seminggu/setahun, kita dorong melalui LTT menjadi tiga kali tanam agar target produksi pangan tetap tercapai,” jelasnya. (*)

 

Pos terkait