SMPN 1 Solear Sosialisasikan Bahaya Penggunaan Handphone Berlebihan 

SMPN 1 Solear melakukan sosialisasi bahaya penggunaan handphone terlalu lama bagi pelajar agar siswa tidak kecanduan menggunakan handphone. Randy/Bantenekspres.co.id

 

SOLEAR,BANTENEKSPRES.CO.ID — SMPN 1 Solear terus memberikan edukasi kepada para siswa mengenai penggunaan handphone secara bijak. Salah satunya melalui sosialisasi mengenai bahaya penggunaan handphone secara berlebihan dalam kehidupan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa agar tidak terlalu bergantung pada handphone, khususnya di luar kebutuhan pembelajaran.

Kepala SMPN 1 Solear Tjatur Sugito mengatakan, penggunaan handphone di kalangan pelajar harus mendapatkan perhatian karena apabila dilakukan secara berlebihan dapat mengganggu aktivitas belajar maupun interaksi sosial siswa.

“Kami terus mengingatkan kepada siswa agar menggunakan handphone secara bijak dan sesuai kebutuhan. Jangan sampai penggunaan handphone justru mengganggu kegiatan belajar dan aktivitas sehari-hari,” ujar Tjatur kepada Bantenrkspres.co.id, Rabu 20 September 2026.

Menurutnya, handphone memang memiliki manfaat besar apabila digunakan untuk menunjang pembelajaran. Namun, penggunaannya perlu diatur agar siswa tidak menghabiskan terlalu banyak waktu hanya untuk bermain gim, menonton video, maupun menggunakan media sosial.

“Handphone pada dasarnya bisa menjadi sarana yang positif untuk mencari informasi dan mendukung pembelajaran. Tetapi kalau digunakan tanpa batas, tentu ada dampaknya bagi siswa,” katanya.

Tjatur menjelaskan, salah satu dampak penggunaan handphone secara berlebihan adalah siswa menjadi mudah terdistraksi. Kondisi tersebut dapat membuat konsentrasi belajar menurun sehingga siswa kesulitan mempertahankan fokus ketika mengikuti pembelajaran di kelas.

“Anak-anak harus bisa membedakan kapan waktunya belajar dan kapan waktunya menggunakan handphone untuk hiburan. Jangan sampai ketika belajar pikirannya masih tertuju pada handphone,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan handphone yang tidak terkendali juga berpotensi membuat siswa mengalami ketergantungan terhadap gadget. Salah satu tandanya adalah munculnya rasa cemas atau gelisah ketika tidak memegang handphone atau ketika perangkat tersebut kehabisan baterai.

“Ketergantungan terhadap handphone harus kita cegah sejak dini. Jangan sampai anak merasa tidak nyaman hanya karena jauh dari handphone. Ini yang harus menjadi perhatian bersama antara sekolah dan orang tua,” ungkap Tjatur.

Selain berdampak terhadap konsentrasi, penggunaan handphone secara berlebihan juga dapat mengurangi interaksi langsung siswa dengan lingkungan sekitarnya. Padahal, interaksi secara langsung sangat penting dalam membangun kemampuan komunikasi, empati, dan hubungan sosial.

“Anak-anak tetap membutuhkan interaksi langsung dengan teman, guru, keluarga dan lingkungan. Jangan sampai waktunya lebih banyak dihabiskan dengan layar dibandingkan berkomunikasi secara langsung,” tuturnya.

Tjatur berharap, melalui sosialisasi tersebut para siswa SMPN 1 Solear dapat lebih memahami bahwa handphone bukan sesuatu yang harus dijauhi, melainkan alat yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

“Kami tidak melarang siswa menggunakan handphone. Yang kami tekankan adalah bagaimana mereka bisa menggunakannya dengan tepat, tahu batas waktu dan memahami tujuan penggunaannya,” katanya.

Ia juga mengajak orang tua untuk ikut melakukan pengawasan terhadap kebiasaan anak dalam menggunakan handphone di rumah.

“Pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Orang tua juga memiliki peran penting untuk mengatur dan mengawasi penggunaan handphone ketika anak berada di rumah,” ujarnya.

Menurut Tjatur, pembatasan penggunaan handphone bukan semata-mata untuk mengurangi aktivitas siswa menggunakan teknologi, tetapi untuk memastikan teknologi tersebut memberikan manfaat dan tidak mengganggu perkembangan akademik maupun sosial mereka.

“Kami ingin siswa tetap mampu memanfaatkan teknologi, tetapi tidak menjadi ketergantungan. Mereka harus tetap fokus belajar, aktif berinteraksi, bersosialisasi dan mengembangkan kemampuan dirinya,” pungkasnya. (*)

 

Pos terkait