Kepala SDN Telagasari Keluhkan Kekurangan Ruang Kelas dan Guru

Kepala SDN Telagasari, Kecamatan Cikupa, Omay Ismaya, saat mengadu ke DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu 30 September 2026.

 

CIKUPA, BANTENEKSPRES.CO.ID – SD Negeri Telagasari, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, masih menghadapi keterbatasan ruang kelas, kondisi bangunan yang dinilai kurang layak, hingga persoalan kekurangan tenaga pendidik.

Bacaan Lainnya

Kepala SDN Telagasari, Omay Ismaya, mengatakan jumlah peserta didik di sekolahnya mencapai 363 siswa berdasarkan data per 31 Agustus 2026. Jumlah tersebut terbagi dalam 11 rombongan belajar (rombel), sementara sekolah hanya memiliki sembilan ruang kelas.

“Jumlah siswa 363 berdasarkan data per 31 Agustus kemarin. Kemudian kelasnya ada 11, sementara ruang kelas atau ruang belajar ada sembilan,” kata Omay saat RDP di DPRD Kabupaten Tangerang, Rabu 30 September 2026.

Kondisi tersebut membuat sekolah harus mengatur proses pembelajaran secara bergantian. Bahkan, sebagian kegiatan belajar mengajar terpaksa berlangsung pada siang hingga sore hari.

Menurut Omay, pola pembelajaran tersebut kurang efektif, terutama bagi siswa yang mendapatkan jadwal belajar hingga sore. Karena itu, pihak sekolah berharap persoalan keterbatasan ruang kelas dapat segera ditangani.

“Kami mengharapkan tidak ada lagi pembelajaran di siang hari. Sehubungan dengan jumlah rombel, nanti ada kelas yang belajar sore. Ini sangat tidak efektif untuk kegiatan-kegiatan,” ujarnya.

Selain keterbatasan ruang kelas, Omay juga mengungkap kondisi bangunan sekolah yang membutuhkan perhatian. Pihak sekolah selama ini berupaya melakukan perawatan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), terutama pada bagian plafon dan lantai ruang kelas.

“Kami selaku yang mengisi ruangan itu selalu berupaya terus untuk merawat bagian-bagian yang dianggap akan menghambat suasana belajar di sekolah,” katanya.

Omay menyebut sekolah tersebut juga pernah mendapatkan pembangunan ruang kelas baru pada 2022 untuk memperbaiki sejumlah ruang yang kondisinya membutuhkan penanganan.

Meski demikian, menurut dia, kebutuhan relokasi sekolah tetap menjadi salah satu solusi yang diperlukan lantaran keterbatasan lahan dan kondisi bangunan yang ada. (*)

 

Pos terkait