CIPUTAT, BANTENEKSPRES.CO.ID – Pemkot Tangsel mulai melakukan penataan kawasan Bundaran Maruga, Kecamatan Ciputat. Salah satu pekerjaan yang dilakukan yakni pembangunan dan pelebaran sebagian ruas jalan dari arah Bundaran Maruga menuju Pusat Pemerintahan Kota (Puspem) Kota Tangsel.
Pekerjaan tersebut dilakukan sepanjang sekitar 200 meter di sisi kiri jalan. Pelebaran dilakukan pada lahan yang telah dibebaskan pemerintah daerah, mulai dari Bundaran Maruga hingga depan Sekolah Waskito.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel Robbi Cahyadi mengatakan, pekerjaan tersebut bukan seluruhnya berupa pelebaran jalan. Selain pelebaran, terdapat pekerjaan rehabilitasi dan pemeliharaan berkala.
“Itu pekerjaan bukan pelebaran semua, pelebaran hanya sebagian kecilnya. Sebetulnya rehabilitasi pemeliharaan berkala dan pembangunan pelebaran,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Rabu, 30 September 2026.
Robbi menambahkan, pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan pembangunan sejumlah ruas jalan di kawasan Bundaran Maruga. Di antaranya Jalan Maruga Raya, Serua Raya, Utama Bukit Indah, Jalan Benda, Jalan Benda 2, Jalan Arjuna dan sejumlah ruas lainnya.
Untuk pelebaran di kawasan Maruga, pemerintah menargetkan pembangunan nantinya dapat tersambung hingga depan Puspem Tangsel. Namun, target tersebut belum dapat direalisasikan tahun ini karena masih terdapat lahan yang belum dibebaskan.
“Targetnya nanti sampai depan Puspem, tapi tahun ini belum karena sebagian lahan belum bebas,” tambahnya.
Robbi menjelaskan, ruas jalan yang saat ini dikerjakan awalnya memiliki dua lajur. Setelah pelebaran, jalan tersebut akan memiliki empat lajur atau bertambah dua lajur.
Pekerjaan pelebaran sepanjang sekitar 200 meter tersebut menggunakan konstruksi beton. Sementara ruas jalan lainnya dalam paket pekerjaan yang sama menggunakan konstruksi aspal.
Menurut Robbi, penggunaan beton pada bagian pelebaran dipilih dengan mempertimbangkan karakteristik lalu lintas dan beban kendaraan yang melintas. Kendaraan dengan muatan berat berpotensi memberikan beban lebih besar terhadap konstruksi jalan.
“Karena karakteristik lalu lintas di Indonesia kadang-kadang muatan truk di lapangan suka lebih, sehingga perlu diantisipasi. Kita lebih memilih beton meskipun lebih mahal di awal, tapi panjang umurnya,” jelasnya.
Adapun nilai kontrak keseluruhan pekerjaan mencapai sekitar Rp16 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan dan pelebaran sejumlah ruas jalan, pengaspalan Serua Raya, Jalan Utama Bukit Indah, Jalan Benda, Benda Timur hingga Jalan Pinus.
Robbi menegaskan, anggaran pekerjaan konstruksi tersebut berbeda dengan anggaran untuk pembebasan lahan. “Pembangunan dan pelebaran jalan sepanjang sekitar 200 meter di kawasan Bundaran Maruga ditargetkan rampung pada November 2026,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua RW 4 Kelurahan Serua Saidi alias Dimong menyambut baik pembangunan dan pelebaran Jalan Maruga yang mulai dikerjakan dengan panjang sekitar 200 meter.
“Jalan sebelah kiri dikeruk dan akan dilebarkan. Mau dipasang besi dan dicor,” ujarnya.
Dimong menambahkan, pekerjaan sudah mulai berjalan sejak awal September lalu. Menurutnya, ruas yang saat ini dikerjakan berada dari kawasan Watung Madura hingga Gang Tanah Merah, sebelum SDN Serua 1.
Ia mengatakan, setelah pelebaran sisi kiri dan kanan rampung, lebar jalan nantinya diperkirakan mencapai sekitar 24 meter. Saat ini, lebar jalan tersebut sekitar 10 meter.
“Pembangunan ini tidak buat macet karena tidak mengganggu lalu lintas. Tapi, kalau tidak buru-buru dibangun nanti jadi kumuh dan jadi tempat pembuangan sampah. Cuma saat ini yang terganggu yang punya usaha di dekat proyek pembangunan saja,” tutupnya. (*)











