RAJEG,BANTENEKSPRES.CO.ID – UPTD Puskesmas Rajeg berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang difokuskan pada deteksi dini Tuberkulosis (TBC).
Langkah jemput bola ini dilakukan guna mempercepat eliminasi TBC langsung di tingkat akar rumput.
Kepala UPTD Puskesmas Rajeg drg. Tohiroh mengungkapkan, sinergi lintas sektoral ini merupakan strategi penting untuk memperluas akses layanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat luas.
“Kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan ini merupakan langkah strategis untuk menjangkau masyarakat secara lebih masif. Melalui pemeriksaan rontgen dan cek dahak yang dibarengi edukasi, kami ingin memotivasi warga agar lebih peduli terhadap kesehatan paru serta menghapus stigma terhadap pasien TBC,” ujar drg. Tohiroh dikutip Senin, 28 September 2026.
Dalam kegiatan ini, warga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas kesehatan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya.
Diantaranya, skrining dasar meliputi cek tekanan darah, kadar gula darah, serta konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional (Pemeriksaan Kesehatan Umum).
Berikutnya, pemanfaatan fasilitas pencitraan paru mobile di lokasi untuk mendeteksi potensi kelainan atau lesi paru secara cepat (Rontgen X-Ray Dada).
Kemudian, pengambilan sampel dahak secara langsung bagi warga dengan gejala batuk kronis guna mendeteksi bakteri TBC secara akurat (Pemeriksaan Dahak).
Lalu, sesi pemahaman seputar pengenalan gejala awal TBC, pencegahan penularan di lingkungan rumah, hingga pentingnya tuntas berobat tanpa putus. (Penyuluhan dan Edukasi Interaktif).
Antusiasme warga terpantau sangat tinggi sejak pagi hari mendatangi lokasi kegiatan.
Kehadiran layanan kesehatan terpadu ini dinilai sangat membantu masyarakat untuk melakukan pemeriksaan paru secara menyeluruh dengan mudah.
Melalui program kolaboratif ini, Puskesmas Rajeg dan Kemenkes optimis penemuan kasus baru TBC dapat dilakukan lebih cepat.
Dengan demikian, rantai penularan di tengah masyarakat dapat segera diputus demi mewujudkan lingkungan yang lebih sehat. (*)











