Donasi Baznas Kota Tangsel Tembus Rp132 Juta, Disalurkan Untuk Sumur Bor Dan MCK di NTT

Perwakilan BAZNAS Kota Tangsel (dua kiri) menyerahkan secara simbolis bantuan dari masyarakat Kota Tangsel berupa pembuatan sumur bor dan fasilitas MCK kepada masyarakat NTT. BAZNAS Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel terus menggalang donasi untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga akhir September 2026, dana yang terkumpul diperkirakan telah mencapai sekitar Rp132 juta

Kepala Bidang Pengumpulan Baznas Kota Tangsel Supriadi mengatakan, pengumpulan donasi dilakukan sejak terjadinya bencana dan telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Donasi dihimpun melalui berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari acara Maulid Nabi, pengajian, hingga kegiatan keramaian lainnya.

Bacaan Lainnya

“Donasi untuk warga NTT sampai hari ini sudah terkumpul Rp132 jutaan,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 28 September 2026.

Supriadi menambahkan, dana yang terkumpul telah disalurkan ke NTT pada 10 September 2026. Namun, bantuan tidak diberikan dalam bentuk uang tunai kepada masyarakat, melainkan diwujudkan dalam bentuk pembangunan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).

Sebanyak dua sumur bor sedang dibangun di lokasi yang membutuhkan. Pembangunan dilakukan berdasarkan hasil pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait di daerah setempat untuk memastikan bantuan diberikan kepada wilayah yang paling membutuhkan.

“Donasinya uang, cuma disalurkannya di sana bukan dalam bentuk uang, tapi dalam pembuatan sumur bor dan MCK,” tambahanya.

Untuk memastikan pembangunan tepat sasaran, Baznas Kota Tangsel mengirimkan seorang relawan ke NTT. Relawan tersebut bertugas melakukan survei, mengakomodasi proses pembangunan, serta memastikan fasilitas yang dibangun dapat digunakan masyarakat.

Menurutnya, pembangunan sumur bor tersebut juga mencakup penggalian dan penyediaan mesin sehingga fasilitas dapat langsung dimanfaatkan. “Saat ini, dua sumur bor dalam proses pembangunan dan dalam waktu dekat dapat digunakan masyarakat,” jelasnya.

Penentuan lokasi pembangunan dilakukan berdasarkan koordinasi dengan pihak daerah dan lingkungan setempat. Data lokasi penerima bantuan juga telah dilengkapi hingga tingkat kampung, kelurahan, kecamatan dan kabupaten.

Penggalangan donasi sendiri masih terus dilakukan. Baznas Kota Tangsel menyebut belum ada batas waktu penghentian pengumpulan donasi karena masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan bantuan untuk proses pemulihan.

Selain melalui kegiatan masyarakat, penggalangan donasi juga dilakukan dengan menyambangi sekolah-sekolah yang menggelar kegiatan Maulid Nabi. Baznas mengajak para siswa untuk turut berpartisipasi membantu masyarakat terdampak.

“Pengumpulan donasi ini melalui Surat Edaran BAZNAS Kota Tangsel tembusannya pak wali kota, wakil wali kota, sekda dan Dewan Pengawas BAZNAS,” tuturnya.

Baznas Kota Tangsel juga membuka penggalangan donasi melalui kegiatan pengajian dan kegiatan keagamaan lainnya, termasuk di Islamic Center Tangsel. Bantuan tersebut diharapkan dapat terus terkumpul selama proses pemulihan masyarakat di NTT masih berlangsung.

Sementara itu, Wakil Ketua I Baznas Kota Tangsel Taufik Setyaudin mengatakan, penggalangan donasi telah dilakukan sejak tiga hari setelah terjadinya bencana. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya imbauan dari Baznas pusat dan Baznas Provinsi Banten agar Baznas daerah turut membantu korban bencana.

“Ada imbauan dari Baznas pusat dan provinsi agar Baznas daerah ikut mengumpulkan donasi untuk korban bencana,” katanya. (*)

 

Pos terkait