Dinsos Kota Tangsel Perkuat Dukungan bagi Penyandang Disabilitas

Kepala Dinas Sosial Kota Tangsel Heli Slamet (tengah) berbincang dengan anak-anak penyandang tuna rungu peserta lomba mengambar. Dinsos Tangsel For Bantenekspres.co.id

SERPONG, BANTENEKSPRES.CO.ID – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangsel terus memberikan dukungan terhadap penyandang disabilitas, termasuk komunitas penyandang tuli. Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan Pekan Tuli Internasional yang dirangkai dengan Hari Bahasa Isyarat Internasional.

Kegiatan tersebut digelar di Galeri UMKM Kota Tangsel pada Minggu, 27 September 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai yang diikuti penyandang tuli. Mereka berjalan kaki dari Galeri UMKM dan berkeliling kawasan tersebut.

Bacaan Lainnya

Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan dan seminar yang diikuti lebih dari 100 peserta. Kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Dinsos Kota Tangsel dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) Kota Tangsel.

Kepala Dinsos Kota Tangse Heli Slametl mengatakan, meski kegiatan digelar bersama Gerkatin Kota Tangsel, peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah karena kegiatan tersebut juga melibatkan pengurus tingkat provinsi dan pusat. Sejumlah peserta tercatat datang dari Pandeglang dan Serang.

“Target kita itu seratus, kemarin yang hadir melebihi seratus. Mayoritas peserta dari Tangsel,” ujarnya kepada BANTENEKSPRES.CO.ID, Senin, 28 September 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial Kota Tangsel Carsono mengatakan, dalam kegiatan tersebut pihaknya berperan memberikan dukungan berupa penyediaan tempat serta konsumsi bagi peserta.

Dukungan tersebut diberikan karena komunitas memiliki keterbatasan anggaran untuk menyelenggarakan kegiatan secara mandiri. Menurutnya, Dinsos Kota Tangsel selama ini juga memfasilitasi kegiatan komunitas penyandang tuli sebagai agenda tahunan.

“Selain itu, perhatian terhadap penyandang disabilitas juga diberikan melalui penyediaan berbagai alat bantu,” ujarnya.

Carosono menambahkan, bantuan alat bantu tersebut mencakup kursi roda, walker, tongkat ketiak, alat bantu dengar hingga kaki palsu. Usulan penerima bantuan dihimpun antara lain melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) dan aspirasi anggota DPRD.

“Kalau disabilitas itu banyak. Ada yang alat bantu, ada yang kaki palsu, ada yang kursi roda, tongkat ketiak. Itu kegiatan-kegiatan yang selain tuna rungu yang kita bantu,” tambahnya.

Untuk bantuan kursi roda, Dinsos Kota Tangsel sebelumnya telah menyalurkan sekitar 80 unit kepada masyarakat, baik lansia maupun penyandang disabilitas dari kelompok usia anak hingga dewasa.

Selain kursi roda, Dinsos juga tengah memproses bantuan kaki palsu untuk tujuh penerima. Proses pengadaan membutuhkan waktu karena setiap kaki palsu harus dibuat berdasarkan ukuran masing-masing penerima.

“Pertama kita mengukur dulu satu-satu orangnya. Setelah diukur, baru dibuat. Proses pembuatannya sekitar satu bulan karena tidak bisa dipakai orang lain,” jelasnya.

Dinsos Kota Tangsel menyatakan dukungan terhadap penyandang disabilitas akan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan dan usulan masyarakat yang masuk melalui berbagai mekanisme perencanaan pemerintah daerah. (*)

 

Pos terkait